DRAFT TUGASKU

BAB I
PENDAHULUAN
Dunia pendidikan, tidak terlepas dengan supervisi yang selalu mengacu kepada kegiatan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Supervisi pendidikan adalah suatu usaha dalam memipin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran.
Tugas utama supervisor adalah memantau dan membina pendidik dalam melaksanakan kegiatan mengajar. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut supervisor membutuhkan teknik-teknik supervisi yang tepat dan sesuai dengan permasalahan. Berbagai teknik dapat digunakan supervisor dalam membantu meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun individual. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka fokus bagian ini adalah membahas teknik-teknik supervisi yang bersifat kelompok.
Kepala sekolah sebagai supervisor dalam usaha meningkatkan program sekolah, dapat menggunakan berbagai teknik atau metode supervisi pendidikan. Supervisi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dengan tujuan agar apa yang diharapkan bersama dapat tercapai. Teknik supervisi pendidikan berarti suatu cara atau jalan yang digunakan supervisor pendidikan dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada para guru. Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervisi dan supervisor bertanggung jawab dalam munculnya suatu yang efektif dan efisien dalam program tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN

Teknik adalah suatu metode atau cara melakukan hal-hal tertentu.Suatu teknik yang baik  adalah terampil dan cepat menurut ( Hariwung : 1989), seorang supervisor harus memilih  teknik-teknik khusus yang serasi.Teknik sebagai suatu metode atau cara melakukan hal-hal  tertentu. Suatu teknik yang baik adalah terampil dan cepat , teknik dipakai menyelesaikan tugas yang dikerjakan sesuai rencana, spesifikasi atau tujuan yang dikaitkan dengan teknik yang bersangkutan. Suatu teknik mungkin sederhana,misalnya menggunakan "mesin mimeograf"untuk menggandakan pengumuman atau laporan yang dikirimkan kepada dosen- dosen , atau teknik dapat lebih rumit, misalnya membantu mengevaluasi pekerjaan mereka. Jadi teknik supervisi adalah cara-cara khusus yang digunakan untuk menyelesaikan tugas supervisi dalam mencapai tujuan tertentu.
Teknik supervisi adalah alat yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Teknik supervisi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :
1.    Teknik Individual
Teknik individual adalah teknik yang dilaksanakan oleh seorang dosen oleh dirinya sendiri, sedangkan teknik kelompok adalah teknik yang dilakukan oleh beberapa orang atau secara bersama- sama. Teknik individual terdiri atas:
a.    Kunjungan kelas
Teknik ini dengan observasi kelas sama-sama dilakukan di ruang kelas, tetapi tidak sama. Perbedaannya dapat kita lihat pada tujuan dari teknik ini dimana tujuannya untuk (1) membantu guru yang belum berpengalaman,(2) membantu guru yang sudah berpengalaman tentang kekeliruanyang dilakukannya,(3) membantu guruyang baru pindah,(4) membantu melaksanakan proyek pendidikan,(5) mengamati prilaku guru pengganti,(6) mendengarkan nara sumber mengajar,(7) mengamati tim pengajar, (8) mengamati cara mengajar bidang-bidang studi istimewa, serta (9) membantu menilai pemakaian media pendidikan baik yang beru atau pun yang canggih.

b.    Observasi kelas
Teknik observasi kelas dilakukan pada saat guru mengajar. Supervisor mengobservasi kelas dengan tujuan untuk memperoleh data tentang segala sesuatu yang terjadi proses belajar mengajar. Data ini sebagai dasar bagi supervisor melakukan pembinaan terhadap guru yang diobservasi. Tentang waktu supervisor mengobservasi kelas ada yang diberitahu dan ada juga tidak diberi tahu sebelumnya, tetapi setelah melalui izin supaya tidak mengganggu proses belajar mengajar.
c.    Percakapan pribadi
Dialog yang dilakukan oleh guru dan supervisornya, yang membahas tentang keluhan-keluhan atau kekurangan yang dikuakan oleh guru dalam bidang mengajar, di mana di sini supervisor dapat memberikan jalan keluarnya.
d.    Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain)
Teknik ini dilakukan oleh sekolah-sekolah yang masih kurang maju dengan menyuruh beberapa orang guru untuk mengunjungi sekolahsekolah yang ternama dan maju dalam pengelolaannya untuk mengetahui kiat-kiat yang telah diambil sampai seekolah tersebut maju.
e.    Penyeleksi berbagaisumber materi untuk belajar (bacaan terarah)
Cara untuk mengikuti perkembangan keguruan kita, ialah dengan berusaha mengikuti perkembangan itu melalui kepustakaan profesional, dengan mengadakan "profesional reading ". Ini digunakan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan situasi belajar mengajar yang lebih baik.
f.    Menilai diri sendiri.
Guru dan supervisor melihat kekurangan masing-masing yang mana ini dapat memberikan nilai tambah pada hubungan guru dan supervisor tersebut,yang akhirnya akan memberikan nilai positif bagi kegiatan belajar mengajar yang baik. Menilai diri sendiri merupakan tugas yang tidak mudah bagi guru, karena suatu pengukuran terbalik karena selama ini guru hanya menilai murid-muridnya. Ada beberapa cara atau alat yang dapat digunakan untuk menilai diri sendiri, antara lain membuat daftar pandangan atau pendapat yang disampaikan kepada murid-murid untuk menilai pekerjaan atau suatu aktivitas guru di muka kelas. Yaitu dengan menyususun pertanyaan yang tertutup maupun terbuka, tanpa perlu menyebutkan nama siswa.
g.    Supervisi yang memakai pendapat para siswa.
Teknik ini adalah dengan menanyakan kepada siswa tentang belajar mengajar dan materi yang telah diajarkan.Hal ini dimaksudkan untuk menilai bagaimana hasil mengajar untuk peningkatan kualitas dalam mengajar.
2.    Teknik kelompok terdiri atas:
a.    Pertemuan orientasi bagi guru baru
Pertemuan itu ialah salah satu daripada pertemuan yang bertujuan khusus mengantar guru untuk memasuki suasana kerja yang baru. Pertemuan orientasi ini bukan saja guru baru tapi juga seluruh staf guru.
b.    Panitia Penyelenggara
Suatu kegiatan bersama biasanya perlu diorganisasi. Untuk mengorganisasi sesuatu tugas bersama, ditunjuk beberapa orang penanggungjawab pelaksana. Para pelaksana yang dibentuk untuk melaksanakan sesuatu tugas yang lazim sebut panitia penyelenggara. Panitia ini dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan sekolah kepadanya, banyak mendapat pengalaman-pengalaman kerja.
Pengalaman dalam usaha lencapai tujuan, pengalaman dalam mengerti cara bekerja sama dengan orang lain, pengalaman yang berhubungan dengan tugas yang dibebankan. Berdasarkan pengalaman-pengalaman itu guru-guru dapat bertambah dan bertumbuh daprofesi mengajarnya.
c.    Rapat Guru
Rapat guru berbeda dengan pertemuan pormal karena pada rapat ini semua guru yang ada pada sekolah tersebut hadir. Dalam rapat ini biasanya dibicarakan masalah pengajaran, dan kepala sekolah beserta wakilnya sebagai supervisor. Namun kadang pelaksanaan rapat tersebut dikelola oleh suatu panitia guru atau tim penasehat kepala sekolah.
Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki kualitas personal dan program sekolah dan juga memberikan kesempatan untuk berpikir koopratif, merencanakan staf, mendorong orang untuk berbicara dan dapat mengenal sekolah secara keseluruhan.
d.    Tukar menukar pengalaman
Teknik ini dilaksanakan secara informal dimana setiap guru menyampaikan pengalaman masing-masing dalam mengajar terhadap topik-topik yang sudah diarahkan. Karena forum ini sifatnya umum maka akan memberikan suatu pengalaman yang berharga bagi guru muda (yunior) untuk memperkuat jati diri sebagai guru. Kesimpulan yang diperoleh akan dijadikan pegangan bagi semua guru dalam mesiasati pekerjaan mereka di kelas.
e.    Lokakarya (workshop)
Lokakarya ini dengan cara mendatangkan para ahli-ahli pendidikan untuk mendiskusikan masalah-masalah pendidikan. Ketika itu guru-guru dapat mengambil kesimpulan dari apa yang dibicarakan. Teknik ini adalah usaha untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan bekerjasama baik mengenai masalah-masalah teoritis maupun prakltis dengan maksud untuk meningkatkan kualitas hidup secara umum dan kualitas profesional secara khususnya. Workshop atau lokakarya salah diantara satu metode yang dapat ditempuh pengawas dalam melakukan supervisi manajerial. Metode ini tentunya bersifat kelompok dan dapat melibatkan beberapa kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan/atau perwakilan komite sekolah. Penyelenggaraan workshop ini tentu disesuaikan dengan tujuan atau urgensinya, dan dapat diselenggarakan bersama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah atau organisasi sejenis lainnya. Sebagai contoh, pengawas dapat mengambil inisiatif untuk mengadakan workshop tentang pengembangan KTSP, sistem administrasi, peran serta masyarakat, sistem penilaian dan sebagainya.
f.    Diskusi panel
Teknik ini dilakukan dihadapan guru oleh para pakar dari bermacam sudut ilmu dan pengalaman terhadap suatu masalah yang telah ditetapkan. Mereka akan melihat suatu masalah itu sesuai dengan pandangan ilmu dan pengalaman masing-masing sehingga guru dapat masukan yang sangat lengkap dalam mnenghadapi atau memecahkan suatu masalah. Manfaat dari kegiatan ini adalah lahirnya sifat cekatan dalam memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang ahli.
g.    Simposium
Kegiatan mendatangkan seorang ahli pendidikan untuk membahas masalah pendidikan. Simposium menyuguhkan pidato-pidato pendek yang meninjau suatu topik dari aspek-aspek yang berbeda.Penyuguh pidato biasanya tiga orang dimana guru sebagai pengikut diharapkan dapat mengambil bekal dengan mendengarkan pidato-pidato tersebut.

BAB III
PENUTUP

Teknik adalah suatu metode atau cara melakukan hal-hal tertentu.Suatu teknik yang baik  adalah terampil dan cepat menurut ( Hariwung : 1989), seorang supervisor harus memilih  teknik-teknik khusus yang serasi. Teknik supervisi adalah alat yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Teknik supervisi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :
1.    Teknik Individual
a.    Kunjungan kelas
b.    Observasi kelas
c.    Percakapan pribadi
d.    Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain)
e.    Penyeleksi berbagaisumber materi untuk belajar (bacaan terarah)
f.    Menilai diri sendiri
g.    Supervisi yang memakai pendapat para siswa
2.    Teknik Kelompok
a.    Pertemuan orientasi bagi guru baru
b.    Panitia Penyelenggara
c.    Rapat guru
d.    Tukar menukar pengalaman
e.    Lokakarya (workshop)
f.    Diskusi panel
g.    Simposium

DAFTAR PUSTAKA
Azhar, Lalu muhamma, Supervisi Klinis, 1996, Surabaya: usaha nasional.
Julaini, Retno Johar, jurnal model pendekatan dan teknik supervisi pendidikan,
Sri Marmoah, Aministrasi dan supervisi pendidikan teori dan praktek, 2016, Yogyakarta: Bui Utama.
BAB I
PENDAHULUAN

1.    Latar belakang
Peranan seorang supervisor sangat diperlukan pada perusahaan untuk peningkatan kinerja perusahaan. Supervisor merupakan bagian dari manajemen perusahaan yang memegang peran penting dalam upaya meningkatkan produktivitas. Menjadi supervisor berarti menduduki tanggung jawab dan pekerjaan yang berat dan sekaligus menantang. Para supervisor bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain dan pekerjaan sendiri. Mereka harus memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan bertindak. (dinawulanarum,blogspot,com) Jika tidak disiapkan sebaik-baiknya kemungkinan dapat menghambat produktivitas dan menimbulkan kerugian yang serius bagi perusahaaan. Oleh karena itu, mereka harus memahami dan melaksanakan tugas-tugas supervisor dengan baik. Karyawan yang dapat melaksanakan pekerjaannya sebagai operator, belum tentu dapat menjadi supervisor yang efektif.
2.    Rumusan masalah
1.    Apa saja fungsi dari supervisor pendidikan?
3.    Tujuan
Untuk mengetahui dan memahami isi makalah yang membahas tentang fungsi dari supervisor pendidikan.


BAB II
PEMBAHASAN


1.    Fungsi Supervisor Pendidikan
Tujuan utama supervisi pendidikan adalah memberikan layanan dan bantuan kepada guru untuk meningkatakan kualitas pengajarannya yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran akan memberi ruang yang cukup lebar bagi upaya peningkatan kualitas pendidikan. Pelaksanaan supervisi pendidikan yang baik akan sangat membantu usaha mereduksi keterlibatan guru dalam proses pembelajaran. Bukan hanya itu, supervisi pendidikan memperdayakan guru juga akan menyemangati, mendorong dan memfasilitasi guru yang memiliki potensi dan kemampuan lebih untuk kreatif dan inovatif meningkatkan permomannya dalam pembelajaran.
Fungsi utama supervisi adalah membina, dalam arti memberi bantuan, layanan, fasilitas untuk meningkatkan program pembelajaran sebaik-baiknya sehingga selalu ada usaha perbaikan (Harris 1958). Burton dan Bruckner (1955) mengemukakan bahwa fungsi utama supervisi modern adalah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran. (dinawulanarum,blogspot,com) Bahkan Briggs menegaskan bahwa fungsi utama supervisi bukan hanya sekedar perbaikan pembelajaran saja, tetapi juga untuk menkoordinasi, menstimulasi dan mendorong ke arah profesi guru.
Fungsi utama supervisor adalah sebagai berikut :
a.    Menyelenggarakan inspeksi
Sebelum memberikan pelayanan, seorang supervisor perlu mengadakan inspeksi terlebih dahulu. Inspeksi yang dilakukan tersebut dimaksudkan sebagai usaha mensurvei seluruh sistem pendidikan yang ada, untuk menentukan masalah-masalah ataupun kekurangan-kekurangan, baik pada guru, murid, perlengkapan, kurikulum, tujuan pendidikan , metode mengajar, maupun perangkat lain disekitar keadaan proses belajar mengajar. Inspeksi yang dilakukan harus bersumber pada data yang aktual dan tidak pada informasi yang sudah kadaluarsa.
b.    Penilaian
Pada fungsi penilaian, kegiatan penilaian yang berupa usaha mengetahui segala sesuatu yang memengaruhi persiapan, penyelenggaraan dan hasil pengajaran.
c.    Latihan
Fungsi latihan diadakan berdasalkan hasil penelitian , pelatihan ini dimaksudkan agar memperkenalkan cara-cara baru dalam upaya perbaikan atau peningkatan. Hal ini bisa dijadikan sebagai pemecahan atas masalah-masalah yang dihadapi. Pelatihan ini dapat berupa lokakarya, seminar, demonstrasi mengajar, simulasi, observasi, atau cara lain yang dipandang efektif.
d.    Pembinaan
Pembinaan atau pengembangan adalah lanjutan dari kegiatan memperkenalkan cara-cara baru, kegiatan ini dilakukan untuk menstimulasi, mengarahkan, dan memberi semangat agar guru-guru mau menerapkan cara-cara baru yang sudah diajarkan. Termasuk dalam membantu guru untuk memecahkan kesulitan dalam menggunakan cara-cara baru tersebut.
    Swearingen dalam Supervision Of Instruction, Fondation And Dimension (1961)  mrinci fungsi supervisi pendidikan sebagai berikut :
1.    Mengkoordinasi semua usaha sekolah dalam meningkatkan kualitas guru, kebijakan, dan program sekolah.
2.    Memperluas pengalaman guru
3.    Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif
4.    Menganalisis situasi pembelajaran
5.    Memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada setiap anggota staf
6.    Memberi wawasan yang lebih luas dan terintegrasi dalam merumuskan tujuan-tujuan pendidikan serta meningkatkan kemampuan mengajar guru




BAB III
PENUTUP

1.    Kesimpulan
Fungsi utama supervisi adalah membina, dalam arti memberi bantuan, layanan, fasilitas untuk meningkatkan program pembelajaran sebaik-baiknya sehingga selalu ada usaha perbaikan (Harris 1958). Burton dan Bruckner (1955) mengemukakan bahwa fungsi utama supervisi modern adalah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran. Bahkan Briggs menegaskan bahwa fungsi utama supervisi bukan hanya sekedar perbaikan pembelajaran saja, tetapi juga untuk menkoordinasi, menstimulasi dan mendorong ke arah profesi guru



DAFTAR PUSTAKA

Mahmud, Hilal. 2015,Administrasi Pendidikan, (Makasar :Aksara Timur)
Sunaengsih,Cucun . 2017, Pengelolaan Pendidikan, (Sumedang : Sumedang Press)





A.    PENDAHULUAN
Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Guru sebagai pendidik perlu adanya pembinaan yang dilakukan secara terus menerus untuk mengembangkan potensi guru.  Karena perubahan yang terjadi sekarang ini berlangsung dengan cepat maka guru harus dapat dengan cepat pula menyesuaikan diri dengan lingkungan yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
Guru merupakan unsur yang paling penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Sehingga guru perlu mendapat pembinaan yang dilakukan oleh pembina pendidikan yang disebut supervisor. Supervisor bertugas membantu guru-guru dalam memberikan penjelasan mengenai program-program operasional agar mudah dimengerti oleh guru-guru. Dari sisi ini perlu ada orang yang berfungsi sebagai supervisor. Apakah dia guru ahli (master teacher),  apakah kepala sekolah, apakah pengawas atau petugas lainnya yang mampu membantu guru-guru dalam pelaksanaan tugas mengajar dan mendidiknya.
 Perilaku supervisi akademik secara langsung berhubungan dan berpengaruh terhadap perilaku guru. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa melalui supervisi akademik, supervisor mempengaruhi perilaku mengajar guru sehingga perilakunya semakin baik dalam mengelola belajar mengajar. Selanjutnya perilaku mengajar guru yang baik itu akan mempengaruhi perilaku belajar peserta didik. Pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah dapat meningkatkan proses pembelajaran jika dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku. Oleh karena itu, kepala sekolah sebagai supervisor dituntut untuk mampu melakukan supervisi akademik bagi guru-guru dalam meningkatkan proses pembelajaran.

B.    PEMBAHASAN
1.    Prinsip Supervisi Pendidikan
Mengubah masalah yang dihadapi dalam menerapkan supervisi dalam pendidikan adalah mengubah pola pikir yang bersifat otokrat dan korektif menjadi sikap yang konstruktif dan kreatif. Dimana hal tersebut adalah suatu sikap yang dapat menciptakan situasi dan kondisi dimana guru merasa aman dan merasa diterima sebagai subjek yang dapat berkembang sendiri.
Secara sederhana prinsip supervisi adalah sebagai berikut :
a.    Supervisi hendaknya memberikan rasa aman terhadap orang yang disupervisi.
b.    Supevisi hendaknya bersifat konstruktif dan kreatif.
c.    Supervisi hendaknya realistis didasarkan pada keadaan dan kenyataan sebenarnya.
d.    Kegiatan supervisi hendaknya terlaksana dengan sederhana.
e.    Dalam pelaksanaan supervisi hendaknya terjalin hubungan professional, buka berdarkan atas hubungan pribadi.
f.    Supervisi hendaknya didasarkan pada kemampuan, kesanggupan, kondisi, dan sikap pihak yang di supervisi.
g.    Supervisi harus menolong guru agar senantiasa tumbuh sendiri tidak bergantung kepada kepala sekolah.
 Menurut Sahertin prinsip supervisi pendidikan adalah :
a.    Prinsip Ilmiah (scientific)
Prinsip ilmiah mengandung ciri-ciri sebagai berikut:
1)    Kegiatan supervisi dilakukan sesuai dengan data yang objektif yang diperoleh sesuai fakta dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.
2)    Untuk memperoleh data diperlukan adanya alat perekam data seperti angket, observasi, percakapan pribadi, dll.
3)    Setiap kegiatan supervisi dilakukan dengan sistematis, berencana, dan kontinu.
b.    Prinsip Demokratis
Servis dan batuan yang diberikan kepada guru berdasarkan hubungan yang akrab dan kehangatan sehingga akan merasa aman dan tenteram dalam menjalankan dan mengembangkan tugasnya. Maksud demokratis adalah menjunjung tinggi harga diri dan martabat guru, bukan berdasarkan atasan dan bawahan. Dalam prinsip demokrasi ini mengembil keputusan adalah melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
c.    Prinsip Kerja Sama (kooperatif)
Prinsip kerja sama ini mengharuskan adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan oramg yang di supervisi (guru). Mengembangkan usaha bersama menurut istilah supervisi “ sharing of idea, sharing of experience”, member support, mendorong, menstimulasi guru, sehingga merasa tumbuh bersama.
d.    Prinsip konstruktif dan kreatif
Setiap guru akan merasa termotivasi dalam mengembangkan kreatifitas kalau supervise mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, bukan justru membuat merasa ketakutan.
Selain empat supervisi di atas, juga terdapat prinsip supervisi menurut Gunawan
1.    Prinsip Fundamental atau dasar
Setiap pemikiran, sikap, dan tindakan seoarng supervisor harus berlandaskan pada sesuatu yang kukuh dan kuat. Setiap supervisor pendidikan Indonesia harus bersikap konsisten dan kosekuen dalam pengamalan sila-sila Pancasila secara murni dan konsekuen. Sebab, Pancasila merupakan prinsip fundamental bagi seorang supervisor.
2.    Prinsip Praktis
Dalam pelaksaan sehari-hari seorang supervisor berpedoman pada prinsip positif dan prinsip negatif. Prinsip positif adalah pedoman yang harus dilakukan oleh seorang supervisor agar berhasil dalam pembinaannya, sedangkan prinsip negatif merupakan pedoman yang tidak boleh dilakukan oleh seorang supervisor dalam pelaksaan supervisi.
Prinsip positif seorang supervisor, antara lain sebagai berikut.
a.    Supervisi harus konstuktif dan kreatif.
b.    Supervisi harus dilakukan berdasarkan hubungan professional, bukan berdasar hubungan pribadi.
c.    Supervise hendaknya progresif, tekun, sabar, tabah, dan tawakal.
d.    Supervise hendaknya dapat mengembangkan potensi, bakat, dan kesanggupan untuk mencapai kemajuan.
e.    Supervise hendaknya senantiasa memerhatikan kesejahteraan dan hubungan baik dn dinamik.
f.    Supervise hendaknya bertolak dari keadaan yang kini dan nyata menuju sesuatu yang dicita-citakan.
g.    Supervise harus jujur, objektif, dan siap mengevaluasi diri sendiri dari kemajuan.
Sementara prinsip negatif seorang supervisor, anatara lain sebagai berikut
a.    Supervisi tidak boleh memaksakan kemauannya kepada orang-orang yang di supervise.
b.    Supervisi tidak boleh dilakukan berdasarkan hubungan pribadi keluarga, pertemanan, dan sebagainya.
c.    Supervisi hendaknya tidak menutup kemungkinan terhadap perkembangan dan hasrat untuk maju bagi bawahannya dengan dalih apapun. Supervisi tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil dan mendesak bawahan.
2.    Fungsi Supervisi Pendidikan
Fungsi utama supervisi pendidikan adalah ditujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas pengajaran. Sementara menurut Burton dan Bruckner, fungsi utama supervise modern adalah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran peserta didik. Seangkan Briggs mengungkapkan bahwa fungsi utama supervise bukan perbaikan pembelajaran saja, melainkan untuk mengooridinasi, menstimulasi, dan mendorong ke arah pertumbuhan profesi guru. Dengan kata lain, seperti yang diungkapkan Kimbal Wiles, fungsi dasar supervise ialah memperbaiki situasi belajar mengajar. Ada analisis yang lebih luas yang dikemukakan oleh Swearingen. Ia mengemukakan 8 fungsi supervise:
a.    Mengkoordinasikan semua usaha sekolah.
Oleh karena perubahan terus menerus terjadi, maka kegiatan sekolah juga semakin bertambah. Usaha-usaha sekolah maka menyebar. Perlu adanya koordinasi yang baik terhadap semua usaha sekolah. Yang dimaksud dengan usaha-usaha sekolah misalnya:
1)    Usaha tiap guru
Ada sejumlah guru yang mengajar bidang studi yang sama dan tiap guru ingin mengemukakan idenya dan menguraikan materi pelajaran menurut pandangannya kearah peningkatan. Sehingga supervisi berfungsi dalam mengkoordinasikan usaha-usaha yang bersifat individu tersebut.
2)    Usaha-usaha sekolah
Sekolah dalam menentukan kebijakan,  merumuskan tujuan-tujuan atas setiap kegiatan sekolah, termasuk atas setiap kegiatan sekolah, termasuk program-program sepanjang tahun ajaran , hal tersebut perlu adanya koordinasi yang baik.
3)    Usaha-usaha bagi pertumbuhan jabatan
Setiap guru ingin bertumbuh dalam jabatannya. Melalui membaca buku-buku dan gagasan-gagasan baru guru ingin belajar secara terus-menerus. Melalui pelatihan, workshop seminar, dll. mereka berusaha meningkatkan diri agar lebih baik. Untuk itu, perlu adanya koordinasi yang merupakan tugas dari supervise.
b.    Melengkapi kepemimpinan sekolah
Dalam masyarakat yang demokratis kepemimpinan yang demokratis perlu dikembangkan. Kepemmpinan itu suatu keterampilan yang harus dipelajari. Dan itu harus melalui latihan terus-menerus. Dengan melatih dan melengkapi guru-guru agar mereka memiliki keterampilan dalam kepemimpinan di sekolah.
c.    Memperluas pengalaman Guru-guru
Supervisi harus dapat memotivasi guru-guru untuk mau belajar dari pengalaman nyata di lapangan. Melalui pengalaman baru ini mereka dapat belajar untuk memperkaya pengetahuan mereka.
d.    Menstimulasi usaha-usaha sekolah yang kreatif
Dalam hal ini, seorang supervisi bertugas untuk menciptakan suasana yang memungkinkan guru-guru dapat berusaha meningkatkan potensi kreativitas dalam dirinya. Seorang supervise harus bisa memberikan stimulus agar guru-guru tidak hanya berdasarkan instruksi atasan, tetapi mereka adalah pelaku aktif dalam proses belajar mengajar.
e.    Memberikan fasilitas dan penilaian yang terus menerus
Penilaian yang diberikan harus bersifat menyeluruh dan kontinu. Menyeluruh, artinya penilaian itu menyangkut seluruh aspek kegiatan di sekolah. Kontinu, artinya penilaian berlangsung setiap saat, yaitu pada awal, pertengahan, dan diakhiri dengan melakukan suatu tugas. Mengadakan penilaian secara teratur merupakan suatu fungsi utama dari supervise pendidikan.
f.    Menganalisis situasi belajar mengajar
Supervisi diberikan dengan tujuan tertentu. Tujuannya adalah untuk memperbaiki situasi belajar mengajar. Agar usaha memperbaiki situasi belajar dapat tercapai, maka perlu analisis hasil dan proses pembelajaran. Dalam situasi belajar mengajar perananan guru dan peserta didik memiliki peranan penting. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi perbaikan belajar mengajar. Fungsi supervise adalah menganalisis faktor-faktor tersebut. Penganalisisan memberikan peranan baru dalam menyusun strategi dan usaha untuk menuju kea rah perbaikan.
g.    Memperlengkapi setiap anggota staf dengan pengetahuan dan keteampilan-keterampilan baru
Setiap guru memiliki potensi dan dorongan untuk berkembang. Kebanyakan potensi-potensi tidak berkembang karena berbagai faktor. Baik faktor objektif maupun subjektif. Supervise member dorongan stimulasi dan membantu guru agar mengembangkan pengetahuan dalam keterampilan hal mengajar. Mengajar itu suatu ilmu pengetahuan, suatu keterampilan, dan sekaligus suatu seni. Kemampuan-kemampuanhanya dicapa bila ada laithan-latihan, mengulang dan dengan sengaja dipelajari. Setiap orang selalu menginginkan sesuatu yang baru. Motivasi untuk memperbaharui itu merupakan fungsi dari supervise pendidikan.
h.    Menyelaraskan tujuan-tujuan pendidikan membentuk kemampuan-kemampuan.
Untuk mencapai suatu tujuan yang lebih tinggi harus berdasarkan tujuan-tujuan sebelumnya. Setiap guru pada saat sudah harus mampu mengukur kemampuannya. Mengembangkan kemampuan guru adalah salah satu fungsi supervise pendidikan.
Menurut Ametembun, ada empat fungsi supervisi, yaitu:
a.    Fungsi penelitian
Fungsi penelitian adalah fungsi supervisi yang harus dapat menjacari jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan prosedur ilmiah, aitu merumuskan masalah yang akan di teliti, meguumpulkan data, megolah data, dan melakukan analisis guna menarik suatu kesimpulan atas apa yng berkembang dalam menyusun strategi keluar dari permasalahan di atas.
b.    Fungsi penilaian
Fungsi penilaian adalah untuk mengukur tingkat kemajuan yang diiginkan, seberapa besar telah dicapai, dan penilaian ini dilakukan dengan berbagai cara seperti tes, penetapan standard, penilaian kemajuan belajar siswa, melihat pekembangan hasil penilaian sekolah, serta posedur lain yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
c.    Fungsi perbaikan
Fungsi perbaikan adalah sebagai usaha untuk mendorong guru baik secara perorangan maupun kelompok agar mereka mau melakukan berbagai perbaikan dalam menalankan tugas mereka. Perbaikan ini dapat dilakukan dengan bimbingan, yaitu dengan cara membangkitkan kemajuan, mengarahkan dan merangsang untuk melakukan percobaan, serta membantu menerapkan sebuah prosedur mengajar yang baru.
d.    Fungsi pembinaan
Fungsi pembinaan merupakan salah satu usaha untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi, yaitu dengan melakukan pembinaan atau pelatihan kepada guru-guru tentang cara-cara baru dalam melaksanakan suatu proses pembelajaran. Pembinaan ini dapat dilakukan melalui demonstrasi mengajar, workshop, seminar, observasi, konferensi individual dan kelompok, serta kunjungan supervisi.

C.    KESIMPULAN
Dalam supervisi pendidikan terdapat beberapa prinsip supervisi yaitu : Pertama,  Prinsip ilmiah yaitu dimana supervisi dilaksanakan berdasarkan data objektif yang diperoleh dalam kenyataan, dilaksanakan secara sistematis, berencana, dan kontinu. Kedua, prinsip demokratis yaitu prinsip dimana menjunjung tinggi harga diri dan martabat guru, buka berdasarkan atasan dan bawahan.  Ketiga, prinsip kerjasama yaitu menorong, menstimulasi guru, sehingga dapat bekerja secara bersama-sama. Keempat, prinsip konstruktif dan kreatif yaitu prinsip dimana supervisi mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, bukan melalui cara-cara yang menakutkan.
Fungsi utama supervisi pendidikan adalah menilai dan mempebaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran peserta didik. Selain itu fungsi supervisi adalah mengkoordinasi semua usaha sekolah, memperlengkapi kepemimpinan sekolah, memperluas pengalaman guru-guru, menstimulasi usaha-usaha yang keatif, memberi fasilitas dan penilaian yang terus menerus.



DAFTAR PUSTAKA

Daryanto dan Tutik Rachmawati.2015.Supervisi Pembelajaran.Yogyakarta: Gava Media.
 Maryono.2011.Dasar-dasar dan teknik menjadi supervisor pendidikan.Yogyakarta: Ar-    Ruzz Media.
 Mufidhah, Luk-luk Nur.2009.Supervisi Pendidikan.Yogyakarta: Teras.
 Sahertian, Piet.2000.Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan.Jakarta : Rineka Cipta.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Cari Blog Ini

ABOUT ME



Dina Wulan Arum
Blog ini dibuat hanya untuk bersenang-senang, berisi tulisan random berdasarkan pengalaman pribadi serta isi hati penulis. 
Read more >

POPULAR POSTS

  • MAKALAH FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN
  • MODEL PENDEKATAN DAN TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN

Categories

  • Bimbingan Konseling 2
  • Buku 1
  • Makalah 12
  • Pendidikan 6
  • Pengembangan Kurikulum 1
  • Perencanaan Pembelajaran PAI 1
  • Supervisi Pendidikan 2
  • Tips & Trik 2
  • Total Quality Management 1
  • TQM 1

Advertisement

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ►  2020 (9)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (2)
  • ▼  2019 (4)
    • ▼  April (3)
      • MODEL PENDEKATAN DAN TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI PENDI...
      • MAKALAH FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN
      • MAKALAH PRINSIP SUPERVISI PENDIDIKAN
    • ►  Februari (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  November (2)

Laporkan Penyalahgunaan

Pages

  • Beranda

Mengenai Saya

Foto saya
Dina Wulan Arum
Lihat profil lengkapku

MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF: PROBLEM RESEARCH

PROBLEM RESEARCH Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada Mata Kuliah “Metodologi Penelitian Kuantitatif” Dosen Pengampu: Dr...

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube
  • Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

recent posts

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • MAKALAH FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN
  • MODEL PENDEKATAN DAN TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates