BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Peranan seorang supervisor sangat diperlukan pada perusahaan untuk peningkatan kinerja perusahaan. Supervisor merupakan bagian dari manajemen perusahaan yang memegang peran penting dalam upaya meningkatkan produktivitas. Menjadi supervisor berarti menduduki tanggung jawab dan pekerjaan yang berat dan sekaligus menantang. Para supervisor bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain dan pekerjaan sendiri. Mereka harus memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan bertindak. (dinawulanarum,blogspot,com) Jika tidak disiapkan sebaik-baiknya kemungkinan dapat menghambat produktivitas dan menimbulkan kerugian yang serius bagi perusahaaan. Oleh karena itu, mereka harus memahami dan melaksanakan tugas-tugas supervisor dengan baik. Karyawan yang dapat melaksanakan pekerjaannya sebagai operator, belum tentu dapat menjadi supervisor yang efektif.
2. Rumusan masalah
1. Apa saja fungsi dari supervisor pendidikan?
3. Tujuan
Untuk mengetahui dan memahami isi makalah yang membahas tentang fungsi dari supervisor pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Fungsi Supervisor Pendidikan
Tujuan utama supervisi pendidikan adalah memberikan layanan dan bantuan kepada guru untuk meningkatakan kualitas pengajarannya yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran akan memberi ruang yang cukup lebar bagi upaya peningkatan kualitas pendidikan. Pelaksanaan supervisi pendidikan yang baik akan sangat membantu usaha mereduksi keterlibatan guru dalam proses pembelajaran. Bukan hanya itu, supervisi pendidikan memperdayakan guru juga akan menyemangati, mendorong dan memfasilitasi guru yang memiliki potensi dan kemampuan lebih untuk kreatif dan inovatif meningkatkan permomannya dalam pembelajaran.
Fungsi utama supervisi adalah membina, dalam arti memberi bantuan, layanan, fasilitas untuk meningkatkan program pembelajaran sebaik-baiknya sehingga selalu ada usaha perbaikan (Harris 1958). Burton dan Bruckner (1955) mengemukakan bahwa fungsi utama supervisi modern adalah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran. (dinawulanarum,blogspot,com) Bahkan Briggs menegaskan bahwa fungsi utama supervisi bukan hanya sekedar perbaikan pembelajaran saja, tetapi juga untuk menkoordinasi, menstimulasi dan mendorong ke arah profesi guru.
Fungsi utama supervisor adalah sebagai berikut :
a. Menyelenggarakan inspeksi
Sebelum memberikan pelayanan, seorang supervisor perlu mengadakan inspeksi terlebih dahulu. Inspeksi yang dilakukan tersebut dimaksudkan sebagai usaha mensurvei seluruh sistem pendidikan yang ada, untuk menentukan masalah-masalah ataupun kekurangan-kekurangan, baik pada guru, murid, perlengkapan, kurikulum, tujuan pendidikan , metode mengajar, maupun perangkat lain disekitar keadaan proses belajar mengajar. Inspeksi yang dilakukan harus bersumber pada data yang aktual dan tidak pada informasi yang sudah kadaluarsa.
b. Penilaian
Pada fungsi penilaian, kegiatan penilaian yang berupa usaha mengetahui segala sesuatu yang memengaruhi persiapan, penyelenggaraan dan hasil pengajaran.
c. Latihan
Fungsi latihan diadakan berdasalkan hasil penelitian , pelatihan ini dimaksudkan agar memperkenalkan cara-cara baru dalam upaya perbaikan atau peningkatan. Hal ini bisa dijadikan sebagai pemecahan atas masalah-masalah yang dihadapi. Pelatihan ini dapat berupa lokakarya, seminar, demonstrasi mengajar, simulasi, observasi, atau cara lain yang dipandang efektif.
d. Pembinaan
Pembinaan atau pengembangan adalah lanjutan dari kegiatan memperkenalkan cara-cara baru, kegiatan ini dilakukan untuk menstimulasi, mengarahkan, dan memberi semangat agar guru-guru mau menerapkan cara-cara baru yang sudah diajarkan. Termasuk dalam membantu guru untuk memecahkan kesulitan dalam menggunakan cara-cara baru tersebut.
Swearingen dalam Supervision Of Instruction, Fondation And Dimension (1961) mrinci fungsi supervisi pendidikan sebagai berikut :
1. Mengkoordinasi semua usaha sekolah dalam meningkatkan kualitas guru, kebijakan, dan program sekolah.
2. Memperluas pengalaman guru
3. Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif
4. Menganalisis situasi pembelajaran
5. Memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada setiap anggota staf
6. Memberi wawasan yang lebih luas dan terintegrasi dalam merumuskan tujuan-tujuan pendidikan serta meningkatkan kemampuan mengajar guru
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Fungsi utama supervisi adalah membina, dalam arti memberi bantuan, layanan, fasilitas untuk meningkatkan program pembelajaran sebaik-baiknya sehingga selalu ada usaha perbaikan (Harris 1958). Burton dan Bruckner (1955) mengemukakan bahwa fungsi utama supervisi modern adalah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran. Bahkan Briggs menegaskan bahwa fungsi utama supervisi bukan hanya sekedar perbaikan pembelajaran saja, tetapi juga untuk menkoordinasi, menstimulasi dan mendorong ke arah profesi guru
DAFTAR PUSTAKA
Mahmud, Hilal. 2015,Administrasi Pendidikan, (Makasar :Aksara Timur)
Sunaengsih,Cucun . 2017, Pengelolaan Pendidikan, (Sumedang : Sumedang Press)
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Peranan seorang supervisor sangat diperlukan pada perusahaan untuk peningkatan kinerja perusahaan. Supervisor merupakan bagian dari manajemen perusahaan yang memegang peran penting dalam upaya meningkatkan produktivitas. Menjadi supervisor berarti menduduki tanggung jawab dan pekerjaan yang berat dan sekaligus menantang. Para supervisor bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain dan pekerjaan sendiri. Mereka harus memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan bertindak. (dinawulanarum,blogspot,com) Jika tidak disiapkan sebaik-baiknya kemungkinan dapat menghambat produktivitas dan menimbulkan kerugian yang serius bagi perusahaaan. Oleh karena itu, mereka harus memahami dan melaksanakan tugas-tugas supervisor dengan baik. Karyawan yang dapat melaksanakan pekerjaannya sebagai operator, belum tentu dapat menjadi supervisor yang efektif.
2. Rumusan masalah
1. Apa saja fungsi dari supervisor pendidikan?
3. Tujuan
Untuk mengetahui dan memahami isi makalah yang membahas tentang fungsi dari supervisor pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Fungsi Supervisor Pendidikan
Tujuan utama supervisi pendidikan adalah memberikan layanan dan bantuan kepada guru untuk meningkatakan kualitas pengajarannya yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran akan memberi ruang yang cukup lebar bagi upaya peningkatan kualitas pendidikan. Pelaksanaan supervisi pendidikan yang baik akan sangat membantu usaha mereduksi keterlibatan guru dalam proses pembelajaran. Bukan hanya itu, supervisi pendidikan memperdayakan guru juga akan menyemangati, mendorong dan memfasilitasi guru yang memiliki potensi dan kemampuan lebih untuk kreatif dan inovatif meningkatkan permomannya dalam pembelajaran.
Fungsi utama supervisi adalah membina, dalam arti memberi bantuan, layanan, fasilitas untuk meningkatkan program pembelajaran sebaik-baiknya sehingga selalu ada usaha perbaikan (Harris 1958). Burton dan Bruckner (1955) mengemukakan bahwa fungsi utama supervisi modern adalah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran. (dinawulanarum,blogspot,com) Bahkan Briggs menegaskan bahwa fungsi utama supervisi bukan hanya sekedar perbaikan pembelajaran saja, tetapi juga untuk menkoordinasi, menstimulasi dan mendorong ke arah profesi guru.
Fungsi utama supervisor adalah sebagai berikut :
a. Menyelenggarakan inspeksi
Sebelum memberikan pelayanan, seorang supervisor perlu mengadakan inspeksi terlebih dahulu. Inspeksi yang dilakukan tersebut dimaksudkan sebagai usaha mensurvei seluruh sistem pendidikan yang ada, untuk menentukan masalah-masalah ataupun kekurangan-kekurangan, baik pada guru, murid, perlengkapan, kurikulum, tujuan pendidikan , metode mengajar, maupun perangkat lain disekitar keadaan proses belajar mengajar. Inspeksi yang dilakukan harus bersumber pada data yang aktual dan tidak pada informasi yang sudah kadaluarsa.
b. Penilaian
Pada fungsi penilaian, kegiatan penilaian yang berupa usaha mengetahui segala sesuatu yang memengaruhi persiapan, penyelenggaraan dan hasil pengajaran.
c. Latihan
Fungsi latihan diadakan berdasalkan hasil penelitian , pelatihan ini dimaksudkan agar memperkenalkan cara-cara baru dalam upaya perbaikan atau peningkatan. Hal ini bisa dijadikan sebagai pemecahan atas masalah-masalah yang dihadapi. Pelatihan ini dapat berupa lokakarya, seminar, demonstrasi mengajar, simulasi, observasi, atau cara lain yang dipandang efektif.
d. Pembinaan
Pembinaan atau pengembangan adalah lanjutan dari kegiatan memperkenalkan cara-cara baru, kegiatan ini dilakukan untuk menstimulasi, mengarahkan, dan memberi semangat agar guru-guru mau menerapkan cara-cara baru yang sudah diajarkan. Termasuk dalam membantu guru untuk memecahkan kesulitan dalam menggunakan cara-cara baru tersebut.
Swearingen dalam Supervision Of Instruction, Fondation And Dimension (1961) mrinci fungsi supervisi pendidikan sebagai berikut :
1. Mengkoordinasi semua usaha sekolah dalam meningkatkan kualitas guru, kebijakan, dan program sekolah.
2. Memperluas pengalaman guru
3. Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif
4. Menganalisis situasi pembelajaran
5. Memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada setiap anggota staf
6. Memberi wawasan yang lebih luas dan terintegrasi dalam merumuskan tujuan-tujuan pendidikan serta meningkatkan kemampuan mengajar guru
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Fungsi utama supervisi adalah membina, dalam arti memberi bantuan, layanan, fasilitas untuk meningkatkan program pembelajaran sebaik-baiknya sehingga selalu ada usaha perbaikan (Harris 1958). Burton dan Bruckner (1955) mengemukakan bahwa fungsi utama supervisi modern adalah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran. Bahkan Briggs menegaskan bahwa fungsi utama supervisi bukan hanya sekedar perbaikan pembelajaran saja, tetapi juga untuk menkoordinasi, menstimulasi dan mendorong ke arah profesi guru
DAFTAR PUSTAKA
Mahmud, Hilal. 2015,Administrasi Pendidikan, (Makasar :Aksara Timur)
Sunaengsih,Cucun . 2017, Pengelolaan Pendidikan, (Sumedang : Sumedang Press)







