MODEL PENDEKATAN DAN TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN
Dunia pendidikan, tidak terlepas dengan supervisi yang selalu mengacu kepada kegiatan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Supervisi pendidikan adalah suatu usaha dalam memipin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran.
Tugas utama supervisor adalah memantau dan membina pendidik dalam melaksanakan kegiatan mengajar. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut supervisor membutuhkan teknik-teknik supervisi yang tepat dan sesuai dengan permasalahan. Berbagai teknik dapat digunakan supervisor dalam membantu meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun individual. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka fokus bagian ini adalah membahas teknik-teknik supervisi yang bersifat kelompok.
Kepala sekolah sebagai supervisor dalam usaha meningkatkan program sekolah, dapat menggunakan berbagai teknik atau metode supervisi pendidikan. Supervisi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dengan tujuan agar apa yang diharapkan bersama dapat tercapai. Teknik supervisi pendidikan berarti suatu cara atau jalan yang digunakan supervisor pendidikan dalam memberikan pelayanan atau bantuan kepada para guru. Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervisi dan supervisor bertanggung jawab dalam munculnya suatu yang efektif dan efisien dalam program tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN

Teknik adalah suatu metode atau cara melakukan hal-hal tertentu.Suatu teknik yang baik  adalah terampil dan cepat menurut ( Hariwung : 1989), seorang supervisor harus memilih  teknik-teknik khusus yang serasi.Teknik sebagai suatu metode atau cara melakukan hal-hal  tertentu. Suatu teknik yang baik adalah terampil dan cepat , teknik dipakai menyelesaikan tugas yang dikerjakan sesuai rencana, spesifikasi atau tujuan yang dikaitkan dengan teknik yang bersangkutan. Suatu teknik mungkin sederhana,misalnya menggunakan "mesin mimeograf"untuk menggandakan pengumuman atau laporan yang dikirimkan kepada dosen- dosen , atau teknik dapat lebih rumit, misalnya membantu mengevaluasi pekerjaan mereka. Jadi teknik supervisi adalah cara-cara khusus yang digunakan untuk menyelesaikan tugas supervisi dalam mencapai tujuan tertentu.
Teknik supervisi adalah alat yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Teknik supervisi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :
1.    Teknik Individual
Teknik individual adalah teknik yang dilaksanakan oleh seorang dosen oleh dirinya sendiri, sedangkan teknik kelompok adalah teknik yang dilakukan oleh beberapa orang atau secara bersama- sama. Teknik individual terdiri atas:
a.    Kunjungan kelas
Teknik ini dengan observasi kelas sama-sama dilakukan di ruang kelas, tetapi tidak sama. Perbedaannya dapat kita lihat pada tujuan dari teknik ini dimana tujuannya untuk (1) membantu guru yang belum berpengalaman,(2) membantu guru yang sudah berpengalaman tentang kekeliruanyang dilakukannya,(3) membantu guruyang baru pindah,(4) membantu melaksanakan proyek pendidikan,(5) mengamati prilaku guru pengganti,(6) mendengarkan nara sumber mengajar,(7) mengamati tim pengajar, (8) mengamati cara mengajar bidang-bidang studi istimewa, serta (9) membantu menilai pemakaian media pendidikan baik yang beru atau pun yang canggih.

b.    Observasi kelas
Teknik observasi kelas dilakukan pada saat guru mengajar. Supervisor mengobservasi kelas dengan tujuan untuk memperoleh data tentang segala sesuatu yang terjadi proses belajar mengajar. Data ini sebagai dasar bagi supervisor melakukan pembinaan terhadap guru yang diobservasi. Tentang waktu supervisor mengobservasi kelas ada yang diberitahu dan ada juga tidak diberi tahu sebelumnya, tetapi setelah melalui izin supaya tidak mengganggu proses belajar mengajar.
c.    Percakapan pribadi
Dialog yang dilakukan oleh guru dan supervisornya, yang membahas tentang keluhan-keluhan atau kekurangan yang dikuakan oleh guru dalam bidang mengajar, di mana di sini supervisor dapat memberikan jalan keluarnya.
d.    Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain)
Teknik ini dilakukan oleh sekolah-sekolah yang masih kurang maju dengan menyuruh beberapa orang guru untuk mengunjungi sekolahsekolah yang ternama dan maju dalam pengelolaannya untuk mengetahui kiat-kiat yang telah diambil sampai seekolah tersebut maju.
e.    Penyeleksi berbagaisumber materi untuk belajar (bacaan terarah)
Cara untuk mengikuti perkembangan keguruan kita, ialah dengan berusaha mengikuti perkembangan itu melalui kepustakaan profesional, dengan mengadakan "profesional reading ". Ini digunakan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan situasi belajar mengajar yang lebih baik.
f.    Menilai diri sendiri.
Guru dan supervisor melihat kekurangan masing-masing yang mana ini dapat memberikan nilai tambah pada hubungan guru dan supervisor tersebut,yang akhirnya akan memberikan nilai positif bagi kegiatan belajar mengajar yang baik. Menilai diri sendiri merupakan tugas yang tidak mudah bagi guru, karena suatu pengukuran terbalik karena selama ini guru hanya menilai murid-muridnya. Ada beberapa cara atau alat yang dapat digunakan untuk menilai diri sendiri, antara lain membuat daftar pandangan atau pendapat yang disampaikan kepada murid-murid untuk menilai pekerjaan atau suatu aktivitas guru di muka kelas. Yaitu dengan menyususun pertanyaan yang tertutup maupun terbuka, tanpa perlu menyebutkan nama siswa.
g.    Supervisi yang memakai pendapat para siswa.
Teknik ini adalah dengan menanyakan kepada siswa tentang belajar mengajar dan materi yang telah diajarkan.Hal ini dimaksudkan untuk menilai bagaimana hasil mengajar untuk peningkatan kualitas dalam mengajar.
2.    Teknik kelompok terdiri atas:
a.    Pertemuan orientasi bagi guru baru
Pertemuan itu ialah salah satu daripada pertemuan yang bertujuan khusus mengantar guru untuk memasuki suasana kerja yang baru. Pertemuan orientasi ini bukan saja guru baru tapi juga seluruh staf guru.
b.    Panitia Penyelenggara
Suatu kegiatan bersama biasanya perlu diorganisasi. Untuk mengorganisasi sesuatu tugas bersama, ditunjuk beberapa orang penanggungjawab pelaksana. Para pelaksana yang dibentuk untuk melaksanakan sesuatu tugas yang lazim sebut panitia penyelenggara. Panitia ini dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan sekolah kepadanya, banyak mendapat pengalaman-pengalaman kerja.
Pengalaman dalam usaha lencapai tujuan, pengalaman dalam mengerti cara bekerja sama dengan orang lain, pengalaman yang berhubungan dengan tugas yang dibebankan. Berdasarkan pengalaman-pengalaman itu guru-guru dapat bertambah dan bertumbuh daprofesi mengajarnya.
c.    Rapat Guru
Rapat guru berbeda dengan pertemuan pormal karena pada rapat ini semua guru yang ada pada sekolah tersebut hadir. Dalam rapat ini biasanya dibicarakan masalah pengajaran, dan kepala sekolah beserta wakilnya sebagai supervisor. Namun kadang pelaksanaan rapat tersebut dikelola oleh suatu panitia guru atau tim penasehat kepala sekolah.
Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki kualitas personal dan program sekolah dan juga memberikan kesempatan untuk berpikir koopratif, merencanakan staf, mendorong orang untuk berbicara dan dapat mengenal sekolah secara keseluruhan.
d.    Tukar menukar pengalaman
Teknik ini dilaksanakan secara informal dimana setiap guru menyampaikan pengalaman masing-masing dalam mengajar terhadap topik-topik yang sudah diarahkan. Karena forum ini sifatnya umum maka akan memberikan suatu pengalaman yang berharga bagi guru muda (yunior) untuk memperkuat jati diri sebagai guru. Kesimpulan yang diperoleh akan dijadikan pegangan bagi semua guru dalam mesiasati pekerjaan mereka di kelas.
e.    Lokakarya (workshop)
Lokakarya ini dengan cara mendatangkan para ahli-ahli pendidikan untuk mendiskusikan masalah-masalah pendidikan. Ketika itu guru-guru dapat mengambil kesimpulan dari apa yang dibicarakan. Teknik ini adalah usaha untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan bekerjasama baik mengenai masalah-masalah teoritis maupun prakltis dengan maksud untuk meningkatkan kualitas hidup secara umum dan kualitas profesional secara khususnya. Workshop atau lokakarya salah diantara satu metode yang dapat ditempuh pengawas dalam melakukan supervisi manajerial. Metode ini tentunya bersifat kelompok dan dapat melibatkan beberapa kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan/atau perwakilan komite sekolah. Penyelenggaraan workshop ini tentu disesuaikan dengan tujuan atau urgensinya, dan dapat diselenggarakan bersama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah atau organisasi sejenis lainnya. Sebagai contoh, pengawas dapat mengambil inisiatif untuk mengadakan workshop tentang pengembangan KTSP, sistem administrasi, peran serta masyarakat, sistem penilaian dan sebagainya.
f.    Diskusi panel
Teknik ini dilakukan dihadapan guru oleh para pakar dari bermacam sudut ilmu dan pengalaman terhadap suatu masalah yang telah ditetapkan. Mereka akan melihat suatu masalah itu sesuai dengan pandangan ilmu dan pengalaman masing-masing sehingga guru dapat masukan yang sangat lengkap dalam mnenghadapi atau memecahkan suatu masalah. Manfaat dari kegiatan ini adalah lahirnya sifat cekatan dalam memecahkan masalah dari berbagai sudut pandang ahli.
g.    Simposium
Kegiatan mendatangkan seorang ahli pendidikan untuk membahas masalah pendidikan. Simposium menyuguhkan pidato-pidato pendek yang meninjau suatu topik dari aspek-aspek yang berbeda.Penyuguh pidato biasanya tiga orang dimana guru sebagai pengikut diharapkan dapat mengambil bekal dengan mendengarkan pidato-pidato tersebut.

BAB III
PENUTUP

Teknik adalah suatu metode atau cara melakukan hal-hal tertentu.Suatu teknik yang baik  adalah terampil dan cepat menurut ( Hariwung : 1989), seorang supervisor harus memilih  teknik-teknik khusus yang serasi. Teknik supervisi adalah alat yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Teknik supervisi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :
1.    Teknik Individual
a.    Kunjungan kelas
b.    Observasi kelas
c.    Percakapan pribadi
d.    Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain)
e.    Penyeleksi berbagaisumber materi untuk belajar (bacaan terarah)
f.    Menilai diri sendiri
g.    Supervisi yang memakai pendapat para siswa
2.    Teknik Kelompok
a.    Pertemuan orientasi bagi guru baru
b.    Panitia Penyelenggara
c.    Rapat guru
d.    Tukar menukar pengalaman
e.    Lokakarya (workshop)
f.    Diskusi panel
g.    Simposium

DAFTAR PUSTAKA
Azhar, Lalu muhamma, Supervisi Klinis, 1996, Surabaya: usaha nasional.
Julaini, Retno Johar, jurnal model pendekatan dan teknik supervisi pendidikan,
Sri Marmoah, Aministrasi dan supervisi pendidikan teori dan praktek, 2016, Yogyakarta: Bui Utama.

0 komentar