PROBLEM RESEARCH
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada Mata Kuliah
“Metodologi Penelitian Kuantitatif”
“Metodologi Penelitian Kuantitatif”
Dosen Pengampu:
Dr. Ali Anwar, M.Ag
Dr. Ali Anwar, M.Ag
Disusun Oleh :
Kelompok 1
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KEDIRI
2019
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Penelitian merupakan langkah ilmiah dalam menyelesaikan suatu
masalah, dengan mengumpulkan berbagai data-data untuk dianalisis dan output nya
pada solusi pada permasalahan yang ada. Ketika teori tidak sesuai dengan fakta
di lapangan, maka gabs (Masalah) timbul sebagai diskursus atas teori
yang kontradiksi terhadap fakta/praktek yang ada. Dengan adanya masalah,
justifikasi dan labelisasi tidak boleh dilakukan tanpa melalui prosedur secara
ilmiah, obyektif/logis, sistematis, serta empirik (dapat dibuktikan). Karena
justifikasi dan labelisasi yang dilandaskan asumsi, tanpa adanya pengujian maka
data tersebut tidak bisa diterima. Problem Research, merupakan
aktualisasi dari penelitian yang dilakukan sesuai dengan prosedur penelitian.
Identifikasi masalah berupa penggalian sumber data yang nantinya akan diolah
menjadi full text. Adanya masalah membuktikan, bahwa prosedur penelitian
bisa dilaksanakan. Akan tetapi tidak semua masalah bisa diteliti, maka
dibutuhkan analisis dan identifikasi masalah yang akan disusun dalam makalah
ini, yaitu; sumber masalah penelitian, evaluasi masalah penelitian, menyatakan
masalah pada penelitian, identifikasi populasi dan sampel.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa saja sumber
masalah pada penelitian?
2.
Mengapa perlu
mengevaluasi masalah pada penelitian?
3.
Bagaimana cara
menyatakan masalah pada penelitian?
4.
Bagaimana
mengidentifikasi populasi dan variabel pada penelitian?
BAB II
ISI
A.
Sumber Masalah Pada Penelitian
Kuantitatif
Masalah penelitian dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan,
antara lain dilihat dari sisi waktu, biaya, kemampuan si
peneliti maupun kontribusi yang akan diberikan oleh penelitian tersebut
bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.[1]
Stoner (1982) mengatakan bahwa sumber masalah pada penelitian dapat dicari
atau diketahui melalui:[2]
1.
Penyimpangan
antara pengalaman dan kenyataan
2.
Penyimpangan
antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan
3.
Ada pengaduan
4.
Ada kompetisi
Dengan demikian, Tiga sumber penting untuk masalah penelitian
adalah pengalaman, deduksi dari teori, dan literatur terkait
1.
Experience (Pengalaman)
Di
antara sumber yang paling bermanfaat bagi para peneliti pemula adalah
pengalaman mereka sendiri sebagai praktisi pendidikan. Guru memiliki intuisi
atau firasat tentang hubungan baru atau mengapa hal-hal tertentu di sekolah
terjadi seperti itu. Guru sering mempertanyakan keefektifan praktik ruang kelas
tertentu yang telah menjadi jalur keluar tetapi yang mungkin lebih didasarkan
pada tradisi atau otoritas daripada pada penelitian ilmiah. Mereka bertanya-tanya
apakah prosedur alternatif akan lebih efektif
2.
Theories (Teori)
Teori
adalah sumber masalah untuk penelitian. Sebuah teori dapat didefinisikan
sebagai seperangkat pernyataan, prinsip, dan proposisi yang saling terkait yang
menentukan hubungan antar variabel. Penerapan prinsip-prinsip umum yang
terkandung dalam teori untuk menentukan masalah pendidikan hanya bersifat
hipotetis, namun, sampai penelitian secara empiris mengonfirmasi hal itu.
Sebagai contoh, anggaplah seorang peneliti tertarik pada bagaimana remaja
membentuk konsep diri akademik mereka. Teori perbandingan sosial menunjukkan
bahwa siswa membentuk konsep diri akademik dengan membandingkan prestasi
akademik yang dipersepsikan sendiri dengan beberapa standar atau kerangka
referensi. Kerangka referensi bagi sebagian besar siswa adalah kemampuan
akademik yang dirasakan teman sekelas mereka
3.
Related
Literature (Literatur
Terkait)
Sumber
masalah berharga lainnya adalah literatur yang diterbitkan di bidang minat
Anda. Dalam penelitian yang dipublikasikan, Anda akan menemukan contoh masalah
penelitian dan metode yang digunakan untuk menyelesaikannya[3]
B.
Evaluasi Masalah Pada
Penelitian Kuantitatif
Berikut ini adalah kriteria yang
dapat digunakan untuk mengevaluasi masalah penelitian:[4]
1.
Masalahnya
harus memiliki makna, yaitu ia harus menjadi solusi yang akan memberikan
kontribusi pada teori atau praktik pendidikan.
2.
Masalahnya
harus menjadi salah satu yang akan mengarah pada masalah baru.
3.
Masalahnya bisa
diteliti dan dibuktikan secara empiris.
4.
Masalahnya
harus sesuai dengan keadaan peneliti.
5.
Masalahnya
harus sesuai tanpa melanggar prinsip etika.
Masalah
dievaluasi untuk mententukan bahwa penelitian tersebut kualitatif atau
kuantitatif. Untuk itu harus melibatkan berbagai aspek, diantaranya adalah:
1.
Topiknya
2.
Masalah
penelitian
3.
Pembenaran
tentang pentingnya masalah seperti yang ditemukan dalam penelitian sebelumnya
dan dipraktek
4.
Kekurangan
dalam pengetahuan kita saat ini tentang masalah
5.
Audiens yang
akan mendapat manfaat dari studi masalah
Dengan mengidentifikasi lima elemen ini, Anda dapat dengan mudah
memahami pengantar untuk penelitian.[5]
C.
Menyatakan Masalah Pada
Penelitian Kuantitatif
Mengidentifikasi
masalah penelitian dilakukan untuk menentukan masalah mana yang perlu segera
dicari penyelesaiannya. Mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dapat
dilakukan dengan cara mengelompokkan sekaligus memetakan masalah-masalah
tersebut secara sistematis berdasarkan keahlian bidang peneliti. Menurut Ahmad
nursanto dalam mengidentifikasi masalah perlu memperhatikan hal-hal sebagai
berikut :
1.
Esensial, masalah yang akan diidentifikasi
menduduki urutan paling penting diantara masalah-masalah yang ada.
2.
Urgen, masalah yang akan dipecahkan mendesak
untuk dicari penyelesaiannya.
3.
Masalah mempunyai manfaat apabila dipecahkan.
Dalam dunia pendidikan masalah yang
diidentifikasi dapat dikelompokan menjadi 4, yaitu : proses pemebelajaran,
siswa, guru, hasil belajar. Meskipun proses identikasi masalah sudah ditemukan,
ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebagai fokus penelitian. Hal-hal
yang perlu diperhatikan adalah minat/motivasi/dorongan peneliti, kemampuan
peneliti, lokasi penelitian, sumber data (populasi dan sampel), waktu,
pendekatan/metode yang digunakan, buku sumber yang tersedia, etika dan birokrasi.
Bila kesemua hal tersebut telah terpenuhi maka suatu fokus masalah dapat
dijadikan sebagai masalah penelitian untuk dicari jawabannya.[6]
Pada pemilihan persoalan peneliti harus mengidentifikasikan masalah umum yang
berhubungan dengan kemampuan, pengalaman, dan minat peneliti.[7]
Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menyatakan masalah atau
persoalan dalam penelitian, yaitu:
1.
Topik penelitian harus benar-benar menarik dan
memerlukan pemecahan masalah segera.
2.
Topik penelitian cukup mempunyai signifikansi
dan merupakan masalah peka bagi masyarakat
3.
Masalah dalam penelitian hendaknya masih dalam
jangkauan kemampuan dan ketrampilan peneliti
4.
Masalah yang ditampilkan tersedia cukup data
5.
Tersedia biaya, waktu, dan alat yang memadai.[8]
Secara implisit, ketika menyatakan masalah pada
suatu penelitian, maka cenderung berimplikasi dalam pembuatan latar belakang
sebuah masalah. Ada dua model yang dapat digunakan untuk membuat latar
belakang, yaitu:
1.
Menguraikan adanya kesenjangan antara kondisi
obyektif dengan kondisi normative/asumsi-asumsi tertentu
2.
Menggambarkan perkembangan teori atau suatu
kondisi obyektif tanpa membandingkannya dengan kondisi normatif.[9]
Rumusan masalah
berbeda dengan masalah. Masalah merupakan kenyataan yang tidak sesuai dengan
yang direncanakan, sedangkan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan
dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.[10]
D.
Identifikasi Populasi dan Variabel
Pada Penelitian
1.
Populasi
Istilah
populasi dan sampel
tepat digunakan jika
penelitian yang dilakukan
mengambil sampel sebagai
subjek penelitian. [11]Populasi
adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas; sasaran yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya.[12]
Jadi populasi bukan hanya manusia, tetapi benda-benda yang lain. Selain dalam
segi jumlah, populasi secara luas juga mencakup dalam segi karakteristik.
Didalam populasi terdapat sampel yang menjadi representasi dari suatu
penelitian.
2.
Variable
variabel mengacu pada karakteristik atau
atribut dari individu atau organisasi yang dapat diukur atau diamati dan
bervariasi di antara orang-orang atau organisasi yang sedang dipelajari.[13]Secara teoritis, variable dapat didefinisikan sebagai atribut
seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain
atau suatu obyek dengan obyek yang lain.[14]
a)
Variabel
Independen
Variabel ini sering disebut variabel stimulus, predictor,
antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan variabel bebas.
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab
variabel dependen (terikat)
b)
Variabel
Dependen
Sering disebut sebagai variabel output, kriteria, dan konsekuen.
Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel
terikat merupakan variabel yang dipengaruhi oleh varibel bebas
c)
Variabel
Intervining
Variabel Intervining merupakan variabel yang secara teoritis
mempengaruhi hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen
menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati. Variabel
Intervining merupakan variabel “Penyela” antara Variabel dependen dan variabel.
d)
Variabel
Kontrol
Adalah
variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang
tidak diteliti.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa:
1.
Sumber masalah
pada penelitian terdapat Tiga sumber penting untuk masalah penelitian yaitu
pengalaman, deduksi dari teori, dan literatur terkait
2.
Untuk
mengevaluasi masalah, maka kriterianya:
a.
Masalahnya
harus memiliki makna,
b.
Masalahnya
mengarah pada masalah baru.
c.
Bisa diteliti
dan dibuktikan secara empiris.
d.
Harus sesuai
dengan keadaan peneliti.
e.
Harus sesuai
tanpa melanggar prinsip etika
3.
Menyatakan
masalah hendaknya memperhatika esensial, urgen, dan manfaat
4.
Populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas; sasaran yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu.
Sedangkan variabel mengacu pada karakteristik atau atribut dari individu atau
organisasi yang dapat diukur atau diamati dan bervariasi di antara orang-orang
atau organisasi yang sedang dipelajari
B.
Saran
Makalah ini disusun untuk memperdalam pengetahuan mengenai Problem
Research. Dengan adanya makalah ini, mahasiswa diharapkan lebih memamahami Problem
Research. Untuk itu, sarannya adalah Mahasiswa harus memperkaya
pengetahuannya, dan mencari lebih daripada apa yang disampaikan pada makalah
ini.
Daftar
Pustaka
Anwar, Ali. 2009. Statistika Untuk Penelitian Pendidikan dan
Aplikasinya Dengan SPSS dan Excel. Kediri: IAIT Press
Ary, Donald.2009. Introduction to Research in Education.
Canada: Wadsworth Publishing
Dodi, Limas. 2015. Metodologi Penelitian Science Methods, Metode
Tradisional, dan Natural Setting, Berikut Cara Penulisannya. Yogyakarta :
Pustaka Ilmu
M. Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Sumber Penelitian
Research. Jakarta: Ghalia Indonesia
Priyono. 2016. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Sidoarjo:
Ziftama Publishing
Rida, Nikmatun. 2017. ”Proses Penelitian, Masalah, Variabel, Dan
Paradigma
Penelitian”, Jurnal Hikmah, Vol.14, No.1,
Sugiyono. 2018.Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D. Bandung: IKAPI
Tanzeh, Ahmad. 2011. Metodologi Penelitian Praktis. Yogyakarta:teras
W.Cresswell, Jhon. 2011. Educational research: Planing,
conducting, and evaluating quantitative and qualitative research. Addison
Wesley
W.CresswellJhon. 2013.Research Desaign: Qualitative,
Quantitative, And Mixed Method Approach. California: Sage Publications
[1]
Nikmatun Rida,”Proses Penelitian, Masalah, Variabel, Dan Paradigma Penelitian”,
Jurnal Hikmah, Vol.14, No.1, Januari 2017
[2]
Sugiyono, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
IKAPI, 2018), h. 33
[3]
Donald Ary dkk, Introduction to Research in Education, (Canada:
Wadsworth Publishing, 2009), h.47
[4]
Ibid, h.49
[5]
Jhon w.Cresswell, Educational research: Planing, conducting, and evaluating
quantitative and qualitative research, (Addison Wesley, 2011), h.64
[6]M. Hosnan, Pendekatan Saintifik Dan Sumber Penelitian
Problem Research (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2014).321
[7]
Ahmad Tanzeh, Metodologi Penelitian Praktis, (Yogyakarta:teras, 2011),
h.14
[8]
Ibid, h.15
[9]
Priyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Sidoarjo: Ziftama
Publishing, 2016), h.48
[10]Limas
Dodi, Metodologi Penelitian Science Methods, Metode Tradisional, dan Natural
Setting, Berikut Cara Penulisannya (Yogyakarta : Pustaka Ilmu, 2015). Hal 101
[11]
Ali Anwar, Statistika Untuk Penelitian Pendidikan dan Aplikasinya Dengan
SPSS dan Excel, (Kediri: IAIT Press, 2009), h.23
[12]
Sugiyono, h.80
[13]
Jhon W.Cresswell, Research Desaign: Qualitative, Quantitative, And Mixed
Method Approach, (California: Sage Publications, 2013), h.52
[14]
Sugiyono, h. 39







