IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT DALAM
PENDIDIKAN
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
TOTAL QUALITY MANAGEMENT
Dosen Pengampu : Try Heni Aprilia, M.Pd.
Disusun Oleh :
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KEDIRI
2019
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dewasa ini perkembangan
pemikiran manajemen sekolah mengarah pada sistem manajemen yang disebut TQM (Total
Quality Management) atau Manajemen Mutu Terpadu. Pada prinsipnya sistem
manajemen ini adalah pengawasan menyeluruh dari seluruh anggota organisasi
(warga sekolah) terhadap kegiatan sekolah. Penerapan TQM berarti semua warga
sekolah bertanggung jawab atas kualitas pendidikan. Sebelum hal itu tercapai, maka semua pihak yang terlibat
dalam proses akademis, mulai dari komite sekolah, kepala sekolah, kepala tata
usaha, guru, siswa sampai dengan karyawan harus benar-benar mengerti hakekat
dan tujuan pendidikan ini. Dengan kata lain, setiap individu yang terlibat
harus memahami apa tujuan penyelenggaraan pendidikan. Tanpa pemahaman yang
menyeluruh dari individu yang terlibat, tidak mungkin akan diterapkan TQM.
Dalam
perkembangan masyarakat yang kompetitif, maka orgnisasi pendidikan dituntut
untuk mampu memberikan ataumenghasilkn prosuk yang berkualitas. Untuk mendapatkan kualitas sekolah yang baik (bermutu), maka
yang perlu diperhatikan tidak hanya dari segi sarana prasarana saja, tetapi
juga sumber daya manusia yang ada di sekolah.
Dalam dunia pendidikan,
persoalan mutu bukan saja menyangkut input, proses,
dan output, tapi juga outcome. Input pendidikan
yang bermutu adalah pendidik, karyawan, peserta didik, kurikulum, sarana
dan prasarana serta aspek penyelenggaraan pendidikan lainnya. Proses pendidikan
yang bermutu adalah proses pembelajaran dan penyelenggaraan
pendidikan. Output yang bermutu adalah lulusan yang memiliki
kompetensi yang dipersyaratkan. Dan Outcome bermutu adalah
lulusan yang mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Maka dari itu makalah ini akan
membahas tentang Implementasi Total Quality Management dalam pendidikan.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
Prinsip-prinsip TQM dalam Pendidikan ?
2. Bagaimana Contoh
Studi Kasus TQM dalam Pendidikan ?
3. Prinsip manakah
yang sesuai untuk diterapkan dalam pendidikan ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Prinsip-Prinsip
Total Quality Management
Menurut Hensler dan Brunell, ada empat prinsip utama dalam
TQM. Keempat prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
a.
Kepuasan
Konsumen
Dalam TQM, konsep mengenai kualitas dan konsumen
diperluas. Kualitas tidak hanya bermakna kesesuaian dengan
spesifikasi-spesifikasi tertentu, tetapi kualitas tersebut ditentukan oleh
konsumen. Konsumen itu sendiri meliputi konsumen internal dan konsumen
eksternal. Kebutuhan konsumen diusahakan untuk dipuaskan dalam segala aspek,
termasuk di dalamnya harga, keamanan, dan ketepatan waktu. Oleh karena itu,
segala aktivitas perusahaan harus dikoordinasikan untuk memuaskan para
konsumen. Kualitas yang dihasilkan suatu perusahaan sama dengan nilai yang
diberikan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup para konsumen. Semakin
tinggi nilai yang diberikan, maka semakin besar pula kepuasan konsumen.[1]
Srimindarti mengemukakan dalam tulisannya bahwa, Kunci
persaingan dalam pasar global adalah kualitas total yang mancakup
penekanan-penekanan pada kualitas produk, kualitas biaya atau harga, kualitas
pelayanan, kualitas penyerahan tepat waktu, kualitas estetika dan bentuk-bentuk
kualitas lain yang terus berkembang guna memberikan kepuasan terus menerus
kepada pelanggan agar tercipta pelanggan yang loyal.[2]
b.
Respek terhadap
Setiap Orang
Dalam
perusahaan yang kualitasnya tergolong kelas dunia, setiap karyawan dipandang
sebagai individu yang memiliki talenta dan kreativitas yang khas. Dengan
demikian, karyawan merupakan sumber daya organisasi yang paling bernilai. Oleh
karena itu, setiap orang dalam organisasi diperlakukan dengan baik dan diberi
kesempatan untuk terlibat dan berpartisipasi dalam tim pengambil keputusan.
c.
Manajemen
Berdasarkan Fakta
Perusahaan
kelas dunia berorientasi pada fakta. Maksudnya, bahwa setiap keputusan selallu
didasarkan pada data, bukan sekedara pada perasaan (feeling). Ada dua
konsep pokok yang berkaitan dengan hal ini, pertama yaitu prioritas (prioritization)
yakni suatu konsep bahwa perbaikan tidak dapat dilakukan pada semua aspek pada
saat yang bersamaan, mengingat keterbatasan sumber daya yang ada. Oleh karena
itu, dengan menggunakan data, maka manajemen dan tim dalam organisasi dapat
memfokuskan usahanya pada situasi tertentu yang vital. Kedua yaitu variasi atau
variabilitas kinerja manusia. Data statistik dapat memberikan gambaran mengenai
variabilitas yang merupakan bagian yang wajar dari setiap sistem organisasi.
Dengan demikian, manajemen dapat memprediksikan hasil dari setiap keputusan dan
tindakan yang dilakukan.
d.
Perbaikan Berkesinambungan
Agar dapat sukses, setiap perusahaan perlu melakukan
proses sistematis dalam melaksanakan perbaikan secara berkesinambungan. Konsep
yang berlaku disini adalah siklus PDCAA (plan-do-check-act-analyze),
yang terdiri dari langkah-langkah perencanaaan, dan melakukan tindakan korektif
terhadap hasil yang diperoleh.[3]
Setiap perusahaan harus melakukan segala usaha untuk
menguraikan dan merumuskan sesuatu dalam hubungan yang teratur dan logis
sehingga membentuk suatu sistem yang utuh.[4]
B.
Studi
Kasus Implementasi TQM Dalam Pendidikan
Dalam Contoh
studi kasus ini diambil dari jurnal Implementasi Total Quality Management di SD Al-Hikmah Surabaya.
Implementasi
total quality management di SD Al-Hikmah direpresentasikan dengan adanya sistem
manajemen mutu dengan sertifikat ISO 9001: 2008. Melalui implementasi tersebut
dengan segala totalitasnya, SD Al-Hikmah terus berbenah untuk mencapai kualitas
yang tinggi agar tetap menjadi unggul dalam persaingan pendidikan yang semakin
ketat baik dalam kancah nasional maupun internasional.
Usaha awal yang
dilakukan SD Al-Hikmah adalah merumuskan visi dan misi. Berdasarkan visi misi
sekolah, kepala sekolah dan seluruh jajaran manajemen melalui rencana
strategisnya menyusun kebijakan mutu
Sehubungan
dengan standar mutu di atas, SD Al-Hikmah Surabaya merancang dan melaksanakan
strategi penjaminan mutu yang mengacu pada pedoman penjaminan mutu yang
ditetapkan oleh ISO 9001: 2008. Pencapaian standar mutu tersebut dapat
terpenuhi melalui pelayanan pendidikan. Adapun pelayanan SD Al-Hikmah dalam
mencapai pendidikan yang bermutu meliputi:
1.
Pelayanan
Manajemen terhadap Pelanggan Internal
Berdasarkan hasil studi dokumentasi diketahui bahwa tingkat
kepuasan guru maupun karyawan di SD Al-Hikmah Surabaya dilakukan melalui
penyebaran angket satu tahun sekali. Hal-hal yang perlu ditingkatkan oleh
sekolah terkait pelayanan terhadap guru dan karyawan dapat terealisasikan dan
guru/karyawan merasa puas dengan pelayanan manajemen. Kepuasan guru dan
karyawan tersebut berpengaruh pada kinerja guru dan karyawan dalam melayani
siswa.
Adapun bentuk pelayanan manajemen SD Al-Hikmah kepada guru dan
karyawan sebagai berikut:
1) Pemberdayaan guru dan karyawan.
2) Komunikasi. Bentuk komunikasi yang diterapkan di SD Al-Hikmah
adalah rapat mingguan dan home visit
3) Motivasi. Bentuk motivasi guru dan karyawan SD Al-Hikmah Surabaya
adalah kegiatan halaqah, yakni kajian rutin sekelompok guru dalam mengkaji
Hadis/tafsir dan berkesempatan untuk bertukar pikiran terkait masalah pribadi,
keluarga ataupun kesulitan dalam kegiatan belajar mengajar.
4) Pendidikan dan pelatihan. Peningkatan profesionalitas karyawan
dilakukan dengan berbagai pendidikan dan pelatihan, yakni workshop kurikulum
dengan mendatangkan pakar pendidikan dan bekerja sama dengan UNESA dan UNAIR,
pembinaan rohani guru dan karyawan, pembinaan baca Alquran, pembinaan bahasa
Arab dan bahasa Inggris, pembinaan awal semester, pembinaan wali kelas seperti
pembinaan dalam penguasaan tugas, pembinaan aspek pembimbingan dan komunikasi.
5) Reward dan punishment. Reward yang diberikan SD Al-Hikmah berupa
gaji dan insentif yang telah ditentukan oleh Yayasan Al- Hikmah Surabaya.[5]
6) Setiap guru/karyawan memiliki kartu kesehatan (INHEALTH) bersama
istri dan dua anaknya dan mendapatkan Jamsostek Ketenagakerjaan.
Sedangkan
kepuasan pelanggan internal SD Al-Hikmah berdasarkan hasil studi dokumentasi
dan pengamatan peneliti dipengaruhi oleh terpenuhinya kebutuhan pelanggan
pendidikan, yaitu :
1)
kebutuhan
spiritual, seperti adanya kegiatan halaqah dan berbagai bentuk pelatihan
peningkatan keilmuan dan profesionalitas yang dilakukan secara terus-menerus.
2)
kebutuhan
material yang berupa berbagai macam reward sebagaimana dijelaskan di atas.
SD Al-Hikmah
dengan perencanaan strategisnya menempatkan pelayanan prima sebagai prioritas
sehingga dapat membawa pelanggan khususnya guru dan karyawan pada tingkat
kepuasan dan loyalitas yang tinggi. Tingkat kepuasan guru dan karyawan yang
tinggi memberi pengaruh positif pada kualitas layanan yang diberikan kepada
siswa.
2.
Pelayanan
Manajemen terhadap Siswa.
Pelayanan manajemen SD
Al-Hikmah terhadap siswa terdiri dari:
pertama, kurikulum yang integratif. Kurikulum SD Al-Hikmah dirancang
dengan sistem pembelajaran full day school. Semua aktivitas sekolah
diintegralkan sehingga dapat memberikan makna terhadap sistem yang dikembangkan.
Kegiatan belajar mengajar di sekolah dalam setiap hari sebanyak 8 jam pelajaran
dan dalam seminggu sebanyak 54 jam pelajaran. Kurikulum yang digunakan SD
Al-Hikmah adalah kurikulum nasional, kurikulum Yayasan Al-Hikmah Surabaya
sendiri dan kurikulum Cambridge. Kurikulum tersebut menjadi acuan dalam
pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sehingga semua bentuk pengembangan sesuai
dengan tujuan sekolah. Pertama, Fasilitas sarana dan prasarana yang diberikan
SD Al-Hikmah meliputi: a) UKS yang dinaungi oleh Waka Kesiswaan dengan 1 dokter
gigi dan 1 dokter umum, serta 2 perawat kesehatan dan 1 kanit UKS. b)
perpustakaan. c) fasilitas olahraga, terdiri dari lapangan olahraga indoor dan
outdoor serta alat-alat olahraga seperti bola basket, sepak bola dan voli; d)
kantin/swalayan; e) laboratorium komputer; dan f) parkir. Kedua, Lingkungan
sekolah yang baik. Lingkungan SD Al-Hikmah diatur sebaik mungkin sehingga siswa
merasa nyaman untuk tinggal di dalamnya. Hal ini terbukti dengan penataan
lingkungan sekolah yang rapi dan bersih, halaman sekolah yang luas, jauh dari
kebisingan, rindang (terdapat pepohonan yang menyejukkan) dan lingkungan
sekitar yang mendukung jasa yang ditawarkan. Ketiga, Reward dan punishment yang
seimbang. SD Al- Hikmah Surabaya menerapkan pemberian reward dan punishment sebagai
bentuk motivasi terhadap siswa. Pemberian reward dan punishment sesuai dengan
prestasi atau pelanggaran yang dilakukan. Pemberian reward diperuntukkan pada
siswa yang berprestasi dalam akademik dan nonakademik. Keempat, Pendampingan
yang konsisten. Bentuk pendampingan siswa dilaksanakan dalam program sekolah
yang terdiri dari program harian dan program berkala, yakni penyambutan
kedatangan siswa, pendampingan salat, dan pemantauan waktu istirahat.
Data di atas menunjukkan bahwa manajemen implementasi TQM berhasil
diterapkan di SD Al-Hikmah dikarenakan adanya integrasi yang baik dalam
pemberian kurikulum, sarana prasarana, reward dan punishment, lingkungan
sekolah dan program pendampingan yang kontinu. Hal inilah yang membuat siswa
nyaman dan senang di sekolah, sehingga mereka dapat mengikuti proses belajar
mengajar dengan baik. Totalitas ini pada gilirannya mendorong siswa dalam
meningkatkatkan prestasi dan berbudi pekerti luhur.
3.
Pelayanan
Manajemen terhadap Orang tua
SD Al-Hikmah menerapkan berbagai program untuk menyinergikan
sekolah dan orang tua melalui:
a.
Buku penghubung.
Buku penghubung tersebut berisi aktivitas siswa (aspek ibadah, sosial, dan
kemandirian).
b.
Home visit.
Kegiatan home visit SD Al-Hikmah berbentuk kunjungan guru kelas ke rumah siswa
yang bertujuan untuk menjalin keakraban antara guru terhadap orangtua dan
siswa.
c.
Parenting.
d.
Dering telepon.
Selain dering telephon SD Al-Hikmah juga menerapkan komunikasi melalui group WA
dalam hal ini diklasifikasikan pada setiap kelas.
e.
Penyebaran
angket. Penyebaran angket dilakukan satu kali dalam satu tahun dimaksudkan
untuk mengetahui kebutuhan dan tingkat kepuasan pelanggan serta untuk
mengetahui apa yang harus dibenahi terhadap proses pendidikan yang telah
berlangsung.
4.
Pelayanan
Manajemen terhadap Sekolah sebagai Sistem.
Pelayanan manajemen
terhadap sekolah sebagai sistem dalam implementasi total quality manajement SD
Al-Hikmah berdasarkan pada:
1)
perencanaan
strategis mutu. Rencana strategis mutu tidak terlepas dari visi, misi,
nilai-nilai, tujuan sekolah, program dan target yang harus dicapai.
2)
biaya
mutu. Pembiayaan SD Al-Hikmah bersumber dari orangtua dan pengembangan usaha
yang dilaksanakan oleh yayasan.
3)
pengawasan
dan evaluasi proses pendidikan, yaitu pengawasan dan evaluasi jangka pendek
terdiri dari pengawasan dan evaluasi harian serta mingguan. Pengawasan dan
evaluasi jangka panjang dilakukan dalambentuk supervisi, Selain supervisi yang
dilakukan terhadap guru, SD Al- Hikmah juga menyupervisi wali kelas sekali
dalam setahun dan menyupervisi koordinator jenjang yang dilakukan setahun
sekali.
5.
Pelayanan
Manajemen terhadap Sekolah Lanjutan.
Budaya sekolah yang baik seperti disiplin, internalisasi
nilai-nilai keislaman serta penguasaan materi ajar oleh siswa adalah bentuk
pelayanan sekolah terhadap pendidikan lanjutan. Dengan internalisasi karakter
Islam dan penguasaan pengetahuan yang tertanam pada diri siswa, sehingga siswa
dapat berakhlak mulia dan berprestasi akademik merupakan nilai plus bagi
pendidikan lanjutan. Siswa yang terbiasa disiplin waktu, maka ia akan mudah
diatur. Siswa yang cerdas akan memberi keutungan tersendiri pada lembaga
lanjutan, sehingga ia tidak bersusah payah dalam membentuk karakter siswa dan
dapat dengan mudah meningkatkan karakter serta mengembangkan tingkat
pengetahuan siswa.
6.
Pelayanan
Guru terhadap Siswa.
Pelayanan guru SD Al-Hikmah terhadap siswa dalam kegiatan belajar
mengajar sebagai berikut:
1.
Perencaan
pembelajaran. Adapun yang dipersiapkan guru dalam perencanaan pembelajaran
adalah metode pembelajaran, media pembelajaran, bahan ajar, reward dan
punishment, bentuk evaluasi dan rubrik nilai serta remidi.
2.
Media
pembelajaran. Media yang digunakan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan
siswa seperti video pembelajaran.
3.
Metode
pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar di SD Al-Hikmah dengan pendekatan
pembelajaran kontekstual, scientific dan student center.
4.
Bahan
ajar. Berdasarkan kurikulum yang digunakan, yaitu kurikulum Dinas Pendidikan,
kurikulum khas Al-Hikmah dan kurikulum Cambridge.
5.
Reward dan
punishment.
6.
Evaluasi
pembelajaran. Evaluasi pembelajaran SD Al-Hikmah dilaksanakan melalui UTS, UAS
dan ujian harian.
7.
Remidi. Program
remidi SD Al-Hikmah terdiri dari remidi pengajaran untuk individu, kelompok dan
tutor sebaya dan remidi terapi psikologis untuk menumbuhkan motivasi,
memperbaiki prilaku sosial, dan mengatasi penyimpangan.
Hasil Implementasi Total Quality Management di SD Al-Hikmah yaitu
1. Input
Hasil implementasi total quality management di SD Al-Hikmah
berdasarkan input, meningkatkan jumlah pembelian jasa pendidikan di sana. Animo
masyarakat terhadap SD Al-Hikmah tinggi, dan dapat dikatakan bahwa SD Al-Hikmah
menguasai pangsa pasar pendidikan sekolah dasar di Surabaya. Setiap tahun
pendaftar siswa dan siswi baru di Al-Hikmah semakin meningkat, bahkan melebihi
kouta yang telah ditentukan. Pendaftar siswa baru pada tahun pelajaran
2015/2016 sebanyak 250, sedangkan kouta yang disediakan sebanyak 170. Adapun
seleksi masuk SD masuk SD Al-Hikmah melalui psikotes yang terdiri dari tes
kapasitas intelektual, kepribadian, kemantapan fisik dan tes Alquran.
2. Output
Optimalisasi kinerja pihak manajemen bersama seluruh guru dan
karyawan membuahkan hasil yang berkualitas. Hal tersebut dapat dibuktikan
dengan lulusan-lulusan Al-Hikmah yang notabene memiliki prestasi yang baik yang
meliputi prestasi akademik dan nonakademik.
Output SD Al- Hikmah, selain berprestasi akademik yang tinggi juga
berbudi baik. Adapun prestasi prestasi yang dicapai oleh prestasi yang dicapai
siswa pada tahun 2016 yakni: Pidato Tingkat Kota, Olimpiade Matematika Tingkat
Internasional, Tenis Mini Tingkat Nasional, Tyaga Hijrah Katilu Tingkat
Nasional, Kids Selling Competition Tingkat Kota, Geguritan Tingkat Kecamatan,
Menulis Puisi Tigkat Jatim, Baca Puisi Tingkat Jatim, Pildacil, KMNR Tingkat
JATIM, OSN Math dan IPA. Selain itu siswa SD Al-Hikmah juga mendapatkan nilai
UN yang tinggi dan memuaskan. Nilai hasil ujian sekolah tahun 2013/2014
mencapai 8,83 dan pada tahun 2014/2015 mencapai 89,01.
3. Outcome
Optimalisasi proses pendidikan akan memengaruhi tingkat kualitas
outcome pendidikan. Outcome yang berkualitas akan memudahkan lulusan dalam
memasuki/menempuh jenjang pendidikan selanjutnya. Berdasarkan studi dokumentasi
diketahui rata-rata lulusan SD Al-Hikmah melanjutkan pada lembaga pendidikan
yang bermutu seperti SMP Al-Hikmah Surabaya, pesantren, dan SMPN 1 Surabaya[6]
C. Prinsip Yang Sesuai Untuk Diterapkan Dalam Pendidikan
Menurut pandangan kelompok kami, dari hasil studi kasus di atas prinsip yang tepat di gunakan adalah prinsip
menurut Hansler dan Brunell dalam buku Nasution 2010 : 301 serta Tjitono dan Diana
1995 : 13 sampai 15 yaitu kepuasan konsumen management bedasarkan fakta dan
perbaikan berkesinambungan karena keberhasilan peningkatan mutu SD Al-Hikmah
melalui penerapan total quality management tidak terlepas dari prinsip fokus
pada pelanggan, perbaikan secara terus-menerus, dan perlibatan total dari
seluruh stake holder. SD Al-Hikmah memberikan pelayanan terbaik dengan
berlandaskan keandalan, daya tanggap, empati, dan kepastian. Dengan perencanaan
strategisnya, SD Al-Hikmah menempatkan pelayanan prima sebagai prioritas,
sehingga dapat membawa pelanggan (khususnya guru dan karyawan) pada tingkat kepuasan
dan loyalitas tinggi.
Tingkat kepuasan guru dan karyawan yang tinggi memberi pengaruh
positif pada kualitas layanan yang diberikan kepada siswa. Pelayanan terbaik
guru kepada siswa mengantarkan siswa pada keadaan di mana siswa merasa senang belajar
dan betah di sekolah, sehingga mampu mencapai prestasi akademik optimal dan
akhlak mulia sebagaimana tecermin dari visi-misi sekolah. Prestasi siswa baik
akademik maupun nonakademik memberikan kepuasan terhadap orangtua dan
pendidikan lanjutan. Kendati demikian sejumlah hambatan masih ditemukan, namun
dengan komitmen yang tinggi dan kerja tim yang andal, SD Al-Hikmah dapat
meningkatkan kualitasnya dengan menjadi pionir (model) sekolah berbudaya mutu
KESIMPULAN
Total Quality Management dapat di
definisikan sebagai sistem menejemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan
melalui perbaikan berkesinambungan dan memiliki motivasi yang tinggi untuk
seluruh anggotanya
Dalam penerapan TQM pada pendidikan ada
perencanaan yang harus di perhatikan, yaitu kepemimpinan dan komitmen terhadap
mutu, kepuasan pelanggan adalah tujuan TQM, menunjuk fasilitator mutu, membentuk
kelompok pengendali mutu, menunjuk koordinator mutu, mengadakan seminar
menejemen senior untuk mengevaluasi program dan menganalisa dan mendiagnosis
situasi yang ada.
Prosedur dalam pengimplementasian tqm pada
dasarnya menempuh tiga tahapan, yaitu persiapan, pengembangan sistem dan penerapan
sistem.
Kendala yang sering di hadapi dalam
penerapan menejemen mutu terpadu atau tqm, yaitu lemahnya kepemimpinan dan
delegasi wewenang menejemen, proses pengaturan yang tidak memadai, pemilihan pendekatan yang sempit dan dogmatik, kurangnya
dukungan sistem informasi dan alat ukur keberhasilan.
Berikut manfaat penerapan tqm menurut kelompok
kami, yaitu :
1. Mutasi pegawai tidak mengganggu aktivitas utama
pendidikan.
2. Keluhan dari pelanggan internal maupun eksternam
dapat di minimalisir.
3. Pemanfaatan sumber daya yang dimiliki dan ada di
lembaga dapat optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Ulftur Rahmah. “Implementasi
Total Quality Management di SD Al-Hikmah Surabaya” Jurnal Managemet
Pendidikan Islam, (20I8), Vol. 3.
Nasution. Manajemen Mutu Terpadu Total
Quality Management. Jakarta:
Ghalia Indonesia, 2004.
Mardiyono. Definisi Dan Falsafah Tqm. Fakultas
Agama Islam. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Universitas Nurul Jadid.
Tjiptono. Fandy. TQM Total Quality Management Edisi Revisi. Yogyakarta: ANDI, 2002.
Kumalasari, Isna, “Penerapan Prinsip-Prinsip Total Quality Management (TQM)
dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan” Thesis, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (2018).
[1] Nasution, Manajemen Mutu Terpadu Total
Quality Management (Jakarta:
Ghalia Indonesia, 2004), 30.
[2] Mardiyono, Definisi Dan Falsafah Tqm, Fakultas
Agama Islam, Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Universitas Nurul Jadid
[3] Fandy
Tjiptono dan Anastasia Diana, TQM Total
Quality Management Edisi Revisi, (Yogyakarta: ANDI, 2002), 14.
[4] Kumalasari, Isna, “Penerapan
Prinsip-Prinsip Total Quality Management (TQM) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan” Thesis, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (2018).
[5] Ulftur Rahmah, “Implementasi
Total Quality Management di SD Al-Hikmah Surabaya” Jurnal Managemet Pendidikan
Islam , Vol. 3, No. 1 Mei 20I8.
[6] Ulftur Rahmah, “Implementasi
Total Quality Management di SD Al-Hikmah Surabaya” Jurnal Managemet
Pendidikan Islam , Vol. 3, No. 1 Mei
20I8.








0 komentar