DRAFT TUGASKU


Sejak menekuni dunia Kpop dari 2014 hingga sekarang, semakin hari Kpop terus semakin menjamur di Indonesia. Mulai dari Super Junior dan iKON yang ikut memeriahkan ASIAN Games beberapa waktu lalu hingga kerjasama Shopee dengan Blackpink yang iklannya tayang di TV, membuat masyarakat yang awam tak mengenal KPOP kini mulai meliriknya. Boomingnya lagu Love Scenario yang dinyayikan oleh iKON membuat selebgram ramai-ramai memparodikan lagu ini, belum lagi Blackpink yang sebelumnya lagunya berjudul Du Ddu Du Ddu dibawakan oleh Via Vallen inipun ikut memeriahkan acara Shopee yang mampu menyedot perhatian masyarakat awam.
Sebagai seorang penggemar Kpop selamat bergabung kuucapkan pada teman-teman Kpoper yang baru terjun hehew… Sekedar berbagi pengalaman waktu aku masih baru-baru di dunia Kpop dan Kdrama saat SMA yang dulu hampir tiap hari dicekoki M/V sampai Kdrama yang gaada habisnya akhirnya berujung pada marathon Kdrama. Aku masih ingat saat nonton Producer yang dibintangi mbak IU langsung khatam dalam semalam nonton sampai tengah malem karena terlanjur kepo sama endingnya.
Pada akhirnya pas kuliah mau ga mau harus ngurangin fangirling sama marathon Kdrama, kalo sekarang sih mungkin malah ganti jadi marathon nugas wkwkk…Nah karena dunia SMA dan Perkuliahan yang berbeda banget, mau ga mau harus dituntut dewasa dan mandiri, harus bisa ngatur waktu kapan buat Koreaan kappan buat nugas. Berdasarkan pengalamanku aku kasih tips buat temen-temen semua supaya bisa mengatur waktu ala Kpoper..


1. Buat list deadline tugas sesuai tanggal mengumpulkan
Hal penting yang harus dilakukan adalah sediakan buku khusus buat ngelist semua tugas-tugas dimulai tugas yang paling urgent alias paling dekat waktu pengumpulannya. 

2. Cicil tugas individu
  Tugas individu yang harusnya dikerjakan sendiri jangan ditunda-tunda pengerjaannya, entah itu essay makalah ataupun kuis pokoknya cicil aja, terserah mau dapet satu dua soal atau hanya bisa ngetik satu dau lembar pokoknya dicicil. Ingat semakin cepat selesai semakin leluasa fangirlingnya.

3. “Aku ga akan nonton Kdrama sebelum tugas ini selesai”
Pegang erat-erat prinsip itu, meskipun terkadang aku juga masih entar-entaran sama tugas buat nonton kdrama. Tapi percayalah nonton kdrama setelah tugas selesai rasanya lebih syahdu ga perlu khawatir tentang tugas lagi.

4. One day one episode (Kdrama)
Ini buat drama addict, tontonlah drama yang sedang on going alias yang baru rilis beberapa episode berjalan. Ini dapat menghindari marathon drama yang berlebihan.

5. One day one hours streaming Kpop song
Khusus bucinnya oppa kalo streaming yutup dijatah yaaa… Cukup satu jam jangan banyak-banyak karena hidup kita bukan hanya untuk oppa saja.

6. Yang terakhir penting banget
Sayangi oppamu secukupnya, jangan ngehalu karena oppamu tak akan mungkin menikahimu. Tapi mungkin saja oppamu akan menikahiku, jadi kalo saying jangan terlalu dalem, karena ku tak mau disebut penikung hehew…. Canda ahh intinya sesuatu harus dilakukan sesuai porsinya jangan berlebihan. Hanya sebatas hiburan tak masalah kan?


Pendidikan memiliki peran vital untuk mendorong individu meraih progresivitas pada semua lini kehidupan. Selain itu, pendidikan juga menjadi komponen penting dalam proses transformasi personal maupun sosial. Keluarga merupakan satuan terkecil dari kehidupan bermasyarakat. Keluarga di sini ialah keluarga menurut purefamily system (sistem keluarga pokok), yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak; bukan keluarga menurut extended family system, yang terdiri dari bapak, nenek, mertua, keponakan dan sebagainya, seperti yang terdapat di kalangan bangsa indonesia. Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Dikatakan pendidik pertama, karena di tempat inilah anak mendapatkan pendidikan untuk pertama kalinya sebelum ia menerima pendidikan yang lainnya. Islam mengajarkan, rumah tangga yang baik ialah rumah tangga yang di bangun dengan kehidupan penuh sakinah
Secara garis besar, pendidikan keluarga terdiri atas:
1. Pendidikan terhadap anak
Dalam mendidik anak, orang tua memiliki peran penting didalamnya. Ayah dan ibu memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak. 
Berikut adalah peran masing-masing antara ayah dan ibu dalam mendidik anak:
a. Peran ayah
Kedudukan suami sebagai pemimpin keluarga bukan semata-mata berkewajiban menyediakan nafkah (makan dan minum), tetapi dibebani mengendalikan rumah tangga sehingga setiap anggota keluarga dapat menikmati makna keluarga dan agar setiap anggota keluarga dapat secara terus menerus meningkatkan kualitas pribadinya dalam berbagai segi, baik segi hubungan dengan Allah, dengan sesama manusia, segi penguasaan dan sebagainya.
Ayah sebagai pemimpin adalah menjadi panutan bagi anggota keluarga terutama anak-anaknya. Kekaguman dan penghargaan terhadap ayah penting untuk membina jiwa, moral, dan pikiran anak.
b. Peran ibu
Para istri atau ibu memainkan peranan penting dalam pendidikan anak. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak dalam suatu keluarga. Perilaku, tutur sapa, dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh seorang ibu akan selalu menjadi rujukan atau ditiru oleh anak, demikian pula sikap dan perilaku ayah.
Ibu mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagaimana seorang ayah, namun berbeda peranannya. Menurut Islam, teratur tidaknya rumah tangga berada di tangan istri.
Adapun hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam mendidik anak, di antaranya:
• Kewajiban mengajarkan ilmu agama sejak dini
Keluarga yang ideal ialah keluarga yang mau memberikan dorongan kuat kepada anaknya untuk mendapatkan pendidikan agama. Jika mereka mampu dan berkesempatan, maka mereka lakukan sendiri pendidikan agama ini. Tetapi apabilatidak mampu atau tidak berkesempatan, maka mereka datangkan guru agama
• Pendidikan akhlak
Menurut Islam, keluarga lebih banyak berperan dalam pembinaan moral terutama pada masa kanak-kanak. Pertama yang harus diperhatikan adalah penyelamatan hubungan ibu bapak, sehingga pergaulan mereka menjadi contoh baik bagi kehidupan anak-anaknya, terutama anak-anak yang masih belum berumur 6 tahun, dimana mereka belum memahami kata-kata dan simbol abstrak.
• Pemberian hukuman
Tujuan dari hukuman pendidikan Islam adalah memberikan arahan dan perbaikan. Bukan balas dendam dan penguasaan diri. Untuk itulah harus diperhatikan kebiasaan anak dan karakternya sebelum menghukumnya. Memotivasi anak untuk berusaha memahami dan memperbaiki kesalahannya. Kemudian kesalahan tersebut dimaafkan setelah diperbaiki. Meskipun begitu konsep menghukum anak nakal agar jera tidak harus memukul dan bisa dengan ketegasan tanpa kekerasan, namun tidak juga mengabaikannya. Kelembutan dan pendekatan harus dilakukan terlebih dahulu sebelum hukuman.

2. Pendidikan terhadap istri
Tak hanya kewajiban orangtua mendidik anak, dalam keluarga suami juga memiliki kewajiban mendidik istri. Dikarenakan ibu adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya, sehingga wajib bagi seorang istri untuk membimbing anak, dan wajib pula bagi suami untuk membimbing istrinya dalam mengatur rumah dan mendidik anak-anaknya. Dengan memahami dan mengamalkan agamanya, seseorang akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.


Postingan Lebih Baru Beranda

Cari Blog Ini

ABOUT ME



Dina Wulan Arum
Blog ini dibuat hanya untuk bersenang-senang, berisi tulisan random berdasarkan pengalaman pribadi serta isi hati penulis. 
Read more >

POPULAR POSTS

  • MAKALAH FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN
  • MODEL PENDEKATAN DAN TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN

Categories

  • Bimbingan Konseling 2
  • Buku 1
  • Makalah 12
  • Pendidikan 6
  • Pengembangan Kurikulum 1
  • Perencanaan Pembelajaran PAI 1
  • Supervisi Pendidikan 2
  • Tips & Trik 2
  • Total Quality Management 1
  • TQM 1

Advertisement

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2020 (9)
    • ▼  Mei (7)
      • MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF: PROBLEM...
      • MAKALAH BIMBINGAN KONSELING: BIDANG PELAYANAN BIMB...
      • METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF: PERTANYAAN, TUJ...
      • MAKALAH PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK: STRATEGI KETER...
      • MAKALAH BIMBINGAN KONSELING TUGAS KONSELOR SMA DA...
      • MAKALAH IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT DALA...
      • MAKALAH BENTUK-BENTUK ORGANISASI KURIKULUM
    • ►  April (2)
  • ►  2019 (4)
    • ►  April (3)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  November (2)

Laporkan Penyalahgunaan

Pages

  • Beranda

Mengenai Saya

Foto saya
Dina Wulan Arum
Lihat profil lengkapku

MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF: PROBLEM RESEARCH

PROBLEM RESEARCH Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada Mata Kuliah “Metodologi Penelitian Kuantitatif” Dosen Pengampu: Dr...

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube
  • Home
  • About
  • Contact
    • Category
    • Category
    • Category
  • Shop
  • Advertise

recent posts

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • MAKALAH FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN
  • MODEL PENDEKATAN DAN TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates